This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Vios. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vios. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2010

New Vios TRD : Eksekutif, Dinamis, dan Sportif

mobil bekas toyota viosNew Vios TRD lebih sportif dan elegan dibanding generasi sebelumnya. Inilah sedan untuk para eksekutif muda yang mendambakan kendaraan mapan dan modern, dengan harga terjangkau. Guna meningkatkan penjualan sekaligus memantapkan posisi Toyota Vios sebagai pemimpin pasar sedan entry, PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia meluncurkan tampilan terbaru Toyota Vios, yakni New Vios TRD.

Desain grill radiator beraksen krom, ditambah rumah larnpu kabut yang juga beraksen krom menampilkan kesan sportif dan elegan yang dimiliki Vios TRD dibanding generasi Vios sebelumnya. Sepintas penampilan depan varian Vios terbaru ini terlihat mirip Toyota Yaris. Untuk memperkuat tampilan luar, beberapa aksen seperti mud guard, muffer cutter, side visor, dan rear door chrome garnish juga ditambahkan.

Menurut Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan, New Vios TRD dihadirkan untuk menjawab tantangan para eksekutif muda Indonesia akan kendaraan sedan dengan harga terjangkau yang mapan dan modern.

"Selain itu, Vios TRD dirilis untuk memenuhi kebutuhan kendaraan eksklusif namun tetap dinamis, efisien, dan tetap nyaman dipacu," tutur Johnny saat peluncuran New Vios TRD di Jakarta, Selasa (6/4).

Tak hanya tampilan luar, desain interior Vios TRD yang dibanderol sekitar Rp 206-254 juta on the road juga menyajikan fitur-fitur baru yang menegaskan kesan dinamis dan eksekutif. Roda kemudi berlapis kulit dan dilengkapi tombol pengontrol sistem audio akan memanjakan pengendara dalam menikmati perjalanan dan hiburan berkelas.

Keselamatan Berkendara
Untuk peranti hiburan, TAM menyajikan sistem AUX Audio yang dilengkapi DVD Player yang bisa digunakan untuk mengaktifkan GPS. Semua peranti tersebut bisa dikoneksikan langsung dengan MP3 Player dan iPod. "Sistem ini sudah kami terapkan di Toyota Fortuner dan Yaris," tutur Johnny.

TAM juga memperhatikan keselamatan berkendara dengan menambah fitur lampu depan berteknologi HID dengan Automatic Headlamp Levelling yang membuat pengendara semakin aman mengemudi dalam kondisi apapun. Rear Parking Sonar ditambahkan untuk memudahkan memarkir mobil.

Penumpang di kursi belakang juga dimanjakan dengan desain jok baru, yang dilengkapi dengan sandaran tangan yang dilengkapi sandaran kaleng minuman.

Untuk dapur pacu, Vios TRD tetap mengusung mesin lawas, yakni 1NZ-FE berkapasitas 1.500 cc berteknologi DOHC. Kekuatan maksimum mesin ditaksir mencapai 109 PS pada putaran 6.000 rpm, dengan torsi mencapai 14,5 kg-m pada putaran 4.200 rpm.

Angka konsumsi BBM pada Vios TRD mencapai 1:12-14 km. "Toyota Vios TRD merupakan sedan yang paling efisien di kelasnya," tegas Johnny.

Selasa, 06 April 2010

New Vios Facelift : Tampilan Makin Mewah

new vios facelift terbaru hargaNew Vios facelift tampil dengan ubahan yang cukup impressive kini tampil lebih mewah dengan harga tetap. Pesan kuat agar pesaing-pesaingnya lebih pandai menyiasati pasar. Mobil Vios baru ini menawarkan konsep sedan saloon yang mewah, nyaman dan aman. lihat saja paket perubahan yang dilakukan pada sisi eksterior-nya seperti grille baru, alloy wheel disain baru juga lampu belakang yang makin elegan dan chrome yang menghias tempat plat nomer. Di bagian interior, pola baru yang dipakai fabric penutup jok juga membangun kesan mewah. Warna beige pada interior terasa hangat dan lembut. Kulit yang membungkus kemudi juga terasa lebih lembut.

Dari sisi safety, banyak fitur-fitur yang berpredikat 'pertama dikelasnya', seperti diungkapkan Ahmad Rizal, marketing communication manager PT Toyota-Astra Motor. Diantaranya smart entry, smart start-stop, HiD headlamp (High intensity Discharge) yang memberi penerangan optimal saat perjalan malam dan electronic throttle control system yang mengatur bukaan gas seefisien mungkin. Juga ada teknologi back sonar yang tidak dimiliki kompetitornya.

Pada kesempatan itu, TAM juga meluncurkan varian baru, Vios TRD Sportivo. Berbasis Vios G A/T yang ditambahi dengan aero kit seperti spoiler di bumper depan dan belakang dan side skirt. Plus sistem Audio baru yang lebih canggih. Namun sistem suspensi tidak berubah. Ini untuk mempertahankan tingkat kenyaman Vios. Khusus bagi mereka yang ingin mengganti suspensi dari TRD, TAM menyediakannya secara terpisah. Vios TRD Sportivo ini meneruskan sukses Yaris TRD dan Fortuner TRD. Bukan tidak mungkin semua model Toyota akan dilengkapi dengan varian TRD.

Selasa, 22 Desember 2009

Toyota New Vios : Teknologi Tinggi dari Toyota

harga mobil bekas toyota viosKetika keamanan dan kemudahan menjadi acuan Anda dalam memilih kendaraan, Toyota Vios menjadi salah satu pilihannya. Beragam fitur berteknologi tinggi serta kelengkapan safety disematkan pada sedan kompak Toyota ini.

Tidak sulit untuk menemukan bahwa Toyota Vios adalah sebuah sedan berteknologi tinggi. Lihat saja bentuk smart key yang dimilikinya, seketika Anda akan langsung berpikir tentang kecanggihan mobil ini.

Vios merupakan satu-satunya mobil di kelasnya yang dilengkapi Auto Leveling HID headlamp. Fitur canggih pada lampu utama yang menggunakan xenon ini mengatur arah sinar secara otomatis sesuai level posisi kendaraan. Dengan begitu sorotannya tak menyilaukan pengendara lain, sekaligus mampu menjaga jarak aman bagi pengemudi.

Anda tak perlu repot menekan tombol remote control untuk membuka atau mengunci pintu. Kecanggihan ini semakin terasa memudahkan saat Anda menjinjing banyak barang bawaan, atau jika sedang menggendong anak. Dengan smart key, Anda tidak perlu repot mencari kunci dan memasukkan anak kunci ke lubangnya untuk membuka pintu.

Berada di balik kemudi, Anda dapat langsung menghidupkan mobil dengan menekan tombol Start/Stop di sisi kiri kolom kemudi. Namun tentunya Anda perlu menginjak pedal rem terlebih dahulu pada varian A/T, atau menginjak kopling untuk M/T sebagai pengaman, sehingga memperkecil risiko kecelakaan akibat lonjakan mobil secara tiba-tiba. Prosedur ini dibuat Toyota untuk Vios demi mengedepankan unsur safety.

Faktor safety ini tetap diperhitungkan Toyota setelah mobil berjalan. Vios dilengkapi Steering Switch yaitu tombol pengatur audio di setir, sehingga pengemudi tak perlu melepas tangannya dari roda kemudi tapi tetap dapat mengontrol fungsi-fungsi audio.

Kecanggihan teknologi yang diusung Toyota Vios terus berlanjut hingga ke balik kap mesin. Teknologi pengaturan waktu bukaan klep masuk (VVT-i) dan intelligent drive by wire with ETCS-i (Electronic Throttle Control System with Intelligence) atau mekanisme bukaan katup gas tanpa kabel mekanis, membuat mesin Vios dapat bekerja begitu efisien.

Teknologi ini membuat rentang tenaga di putaran bawah dan atas dapat terbagi lebih merata. Hasilnya, tenaga mesin yang besar tak harus dibayar dengan konsumsi bbm yang boros. Tak heran bila Vios terkenal dengan slogan "Fuelsaver and Speed-maker".

Vios juga memiliki beberapa fitur keselamatan yang bersifat aktif. Artinya perangkat safety ini bekerja untuk mencegah kecelakaan. Fitur-fitur itu antara lain rem berteknologi Anti-lock Brake System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA), yang mampu mengontrol arah kendaraan dan memperpendek jarak pengereman saat panic braking. Tak kalah pentingnya adalah fitur back sonar yang sangat memudahkan di kala parkir dan sekaligus mencegah benturan. Selain active safety feature, Toyota juga melengkapi sedan kompaknya ini dengan fitur keselamatan pasif yang terasa manfaatnya saat kecelakaan tak bisa dihindari. Misalnya dua buah airbag untuk pengemudi dan penumpang depan, 5 buah seatbelt untuk seluruh isi mobil.

Pejalan kaki pun mendapat perhatian dari produsen asal Jepang ini. Desainer Toyota telah merancang bagian depan mobil agar mampu meminimalkan cedera jika mobil sampai menabrak pejalan kaki, yaitu dengan teknologi pedestrian safety. Hal ini antara lain terciri dari posisi nosel washer wiper kaca depan yang tak lagi menonjol di atas kap mesin.

Berbagai hal inilah yang membuat sedan kompak Toyota ini begitu diminati, apalagi Toyota juga menyediakan opsional Tire Pressure Monitor. Dengan aksesori keluaran Toyota Genuine Accesories (TGA) ini, tekanan angin ban dapat langsung dipantau oleh pengemudi melalui layar display di kabin sehingga keamanan berkendara kian meningkat.

Jumat, 13 Maret 2009

Vios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi

Toyota New Vios vs Honda City vs Suzuki BalenoVios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi - Tiga sedan kecil Negeri Sakura memperebutkan tahta tertinggi di kelasnya. Pilihan akhirnya ditentukan dengan kompromi. Akhir tahun lalu, kehadiran all new Honda City cukup mengejutkan karena desainnya dianggap revolusioner di kelasnya. Tampil dengan dimensi yang lebih besar dan mesin yang lebih modern dibanding generasi sebelumnya, City terbaru disiapkan untuk menusuk pasar small sedan dan bertemu dengan seteru abadinya, Toyota Vios serta Suzuki Neo Baleno. Vios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi.

Dengan berbagai pembaruan yang diusung City, sudah sepatutnya Vios dan Baleno waspada. Meski saat awal kehadiran City, kedua rivalnya diuntungkan banderol harga City yang mengejutkan, Rp 260 juta! Saat ini, banderol Vios Rp 224,1 juta bahkan Baleno hanya Rp 207 juta.

Padahal, dari segi penjualan, Vios hingga saat ini masih merajai dengan 6.098 unit sepanjang 2008. Sementara di belakangnya, Honda sukses menjual City sebanyak 4.330 unit, serta Suzuki yang melepas 2.038 unit Baleno. Lalu apakah berbagai kebaruan yang ditawarkan City dapat menggoyang posisi Vios dan mengganggu penjualan Baleno? Kami menguji ketiganya di medan sesungguhnya.

DESAIN DAN REKAYASA
Harus diakui desain eksterior City paling menggoda di antara rival-rivalnya. Lampu depan modern dan grille lebar berbentuk hexagon membuat sosoknya sepintas mengingatkan pada Honda Civic versi Eropa. Dengan menganut konsep anak panah yang melesat dari busurnya (arrow ahot) Honda jelas sukses menegaskan kesan sporty pada New City ini. Soal desain, City langsung menaklukkan desain dengan sentuhan elegan yang ditawarkan Vios dan Baleno.

Keunggulan utama yang ditawarkan oleh Vios adalah tawaran smart key yang tidak dimiliki para rivalnya. Dengan peranti itu, Anda tidak lagi memerlukan anak kunci tradisional. Cukup simpan keyless entry tersebut di dalam saku Anda dan kunci pintu akan terbuka secara otomatis saat Anda mendekati mobil. Dan saat Anda berada di balik kemudinya, Anda akan menemukan satu lagi keunggulan Vios, yaitu tombol start/stop untuk menyalakan mesin, yang membuatnya tampil layaknya sebuah saloon premium.

DI BALIK KEMUDI
Interior Vios tampil lebih modern dan dinamis, terutama di bagian konsol yang membentuk huruf 'V' dengan sentuhan chrome. Kendati tampil lebih modern, interior City tak menyuguhkan kesan pertama yang mengesankan. Dashboard-nya luas seperti model Honda lainnya, tetapi material dan warnanya tampak terlalu biasa untuk banderol harga yang ditawarkan. Kesan paling menarik dari bank kemudinya adalah lingkar kemudi City yang sporty, serupa dengan milik sang kakak, Civic, dilengkapi dengan paddle shift di baliknya.

Ciri khas panel instrumen Vios yang terpusat di tengah memberi nuansa ruang interior yang berbeda dan pandangan mengemudi lebih luas ke depan. Namun, ada satu kelemahan dari tata letak panel instrumen seperti ini, yaitu soal gangguan konsentrasi mengemudi. Tata letak seperti ini membuat pengemudi harus melirik ke tengah dashboard saat ingin mengetahui informasi kecepatan atau data Multi Information Display (MID). Tata letak panel instrumen City dan Baleno yang tradisional lebih mudah untuk disimak.

Berkat dimensi eksterior yang lebih besar, Baleno juga memberikan keunggulan keleluasaan di dalam kabinnya. Interior yang serupa dengan SX4 memberikan kualitas material yang cukup istimewa dengan detail menawan. Soal memanjakan pengemudi, Baleno dan juga Vios, lebih unggul dengan menawarkan kontrol audio di lingkar kemudi. Hal ini membuat pengemudi lebih nyaman dan tak perlu menyentuh panel kontrol di konsol tengah untuk mengoperasikan tombol-tombol utama sistem audio.

ON THE ROAD
Dengan postur yang lebih bongsor, Baleno juga memiliki bobot paling berat, 1.210 kg (City 1.155 kg dan Vios 1.050 kg). Hal ini yang tampaknya turut mempengaruhi performanya yang tak sebaik Vios dan City. Ditambah lagi, mesin 1,5 liter berteknologi VVT milik Baleno hanya menyediakan tenaga puncak 100 hp pada 6.000 rpm dan torsi 133 Nm pada 4.000 rpm. Angka-angka ini menj adi yang terkecil di antara ketiganya.

Dan hal itu bisa dibuktikan saat dilakukan kick down, Baleno terasa bergerak lebili lamban untuk berakselerasi. Saat dibawa berj alan ke luar kota dengan medan yang menanjak dan berkelok, terasa sekali jika Baleno perlu bergerak dengan gear rendah dan putaran mesin tinggi untuk tetap gesit.

Sementara City yang muncul dengan mesin baru i-VTEC langsung menawarkan tenaga paling besar, hingga 120 hp pada 6.600 rpm dan torsi 145 Nm pada 4.800 rpm. Soal performa ini memang tidak bisa dipungkiri, City lebih meyakinkan saat akselerasi dan berlari kencang. Meski di medan luar kota, kami sedikit kesulitan dengan tenaga di putaran rendah yang terkadang terasa lambat. Tapi, jangan khawatir, untuk mengatasinya silakan pakai mode sport dan gunakan paddle-shift guna memperoleh pengendaraan yang jauh lebih menyenangkan.

Bagaimana dengan Vios? Bobot yang ringan memberikan kemudahan bagi Vios untuk melesat di berbagai medan jalan. Bahkan, meski tenaga puncaknya masih lebih kecil 10 hp (110 hp) dibandingkan City, di lintasan luar kota yang sama Vios mampu menunjukkan agresivitasnya. Hal ini tampaknya banyak dipengaruhi proses perpindahan transmisi Vios yang berteknologi Super ECT (Electronic Controlled Transmission) sehingga menjadikan perpindahan gearnya responsif.

Saat kami mencobanya di lintasan sirkuit, angka-angka performa langsung membuktikan mana yang menjadi small sallon tercepat. Berakselerasi 0 -100 kpj, City mampu mencapainya dalam waktu 12,3 detik, Vios dalam waktu 12,6 detik, sementara Baleno 13,7 detik. Meski begitu, saat berakselerasi di kecepatan menengah (80 -100 kpj), Vios (3,6 detik) mampu mengungguli City (4,0 detik), sementara Baleno menempuhnya dalam 4,1 detik.

Soal pengendalian. City bisa dibilang paling enak untuk diajak bermanuver di kecepatan tinggi. Lingkar kemudi yang semakin berat selaras dengan bertambahnya kecepatan, juga memiliki akurasi tinggi. Gejala body roll yang minim didapat berkat suspensi yang berkarakter sport, dengan peredaman yang terasa lebih keras dibandingkan Vios dan Baleno.

Saat mencoba Neo Baleno, kami merasakan kemudinya agak kaku dan kurang akomodatif. Anda perlu lebih banyak usaha untuk mengendalikannya saat bermanuver. Namun, Baleno merupakan sedan paling lembut kabinnya. Kelembutan ini juga dibawa Baleno pada perpindahan transmisinya. Sementara pengendalian Vios bisa dibilang yang paling kompromis di antara ketiganya. Lingkar kemudinya mantap dan akurat sehingga terasa menyenangkan saat berkendara. Suspensinya juga sangat membantu menjaga gerak badannya saat bermanuver. Selain itu, Baleno dan City juga harus mengakui keahlian Vios untuk bermanuver di lahan parlor dengan radius putaryang hanya 4,9 m, sedangkan Baleno 5,3 m dan City 5,0m.

MEMBELI DAN MEMILIKI
Dari hasil pengujian kami, Honda City merupakan petarung tangguh yang memiliki potensi kuat di kelasnya. Kebaruan desain, fitur canggih, dan pengemudian agresif membuatnya pantas dimiliki, apalagi bagi para eksekutif muda yang menjadi target pasarnya. Saat ini memang hanya faktor harga jual yang menjadi pengganjal sebelum konsumen membeli City. Namun, hal itu disebabkan Honda yang mengklaim telah mengantisipasi berbagai kendala ekonomis saat menentukan harga jual City. Hal yang akan membuat rivalnya juga akan menaikkan harga dalam waktu dekat ini.

Kebalikan dengan City, kekuatan Baleno ada dari banderol harga yang paling kompetitif di antara rivalnya. Jika Anda tak memerlukan tampilan sporty, atau pengalaman berkendara dengan paddle shift, Baleno telah lebih dari cukup dalam menawarkan kenyamanan berkendara dan keleluasaan kabin. Belum lagi, soal kualitas, Baleno yang juga merupakan bagian keluarga SX4 tentunya memiliki kualitas produk Suzuki global.

Dan sekali lagi, memiliki Vios merupakan kompromi di kelas ini. Harganya berada di antara Baleno dan City, dengan tawaran fitur-fitur yang juga memadai serta performa yang hanya sedikit di belakang City. Meskipun citranya sedikit turun akibat model yang sama digunakan armada taksi, namun hal itu juga memiliki nilai positif bagi Vios berkenaan soal daya tahan produknya. Dan yang terakhir dan yang biasanya menjadi pertimbangan penting, soal konsumsi bahan bakar, Toyota Vios lebih unggul dengan konsumsi yang mencapai 10,68 kpl dibanding City 10,40 kpl dan Neo Baleno 10,42 kpl untuk kondisi kombinasi.

BEST
HONDA CITY
Sensasi F1 berada di balik kemudi City. Mainkan dan rasakan adrenalinnya.

SUZUKI NEO BALENO
Kontrol audio disetir menyenangkan dan mendukung fokus pengemudi.

TOYOTA VIOS
Keyless dan tombol start/stop sangat praktis. Simpan kunci di saku Anda.

BAD
HONDA CITY
Anda harus rela tak mendapatkan foglamp untuk City varian tertinggi.

SUZUKI NEO BALENO
Mesin 1,5 liter Baleno menjadi yang terlemah di antara kedua rivalnya.

TOYOTA VIOS
Kapasitas bagasi Vios yang terkecil dibandingkan City dan Baleno.

Vios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi

Selasa, 03 Maret 2009

Toyota Vios : Tetap Menjaga Janjinya

Dealer Toyota Merauke, PapuaToyota All New Vios : Tetap Menjaga Janjinya - Setelah melewati 20.000 km, Toyota Vios Long Term Test kembali Kami hadapkan dengan tes efisiensi. Mengarungi lalu lintas dalam kota dan bebas hambatan, apakah Vios tetap hemat? Tidak dapat dipungkiri, salah satu nilai penting dari sebuah kendaraan adalah efisiensi kerja mesin. Hal tersebut haruslah menjadi pertimbangan saat membeli mobil, terlebih di masa sulit seperti saat ini. Toyota All New Vios : Tetap Menjaga Janjinya.

Mesin berkode 1NZ-FE yang diusung Vios generasi kedua ini memiliki kapasitas mesin 1.497 cc 4 silinder. Sementara teknologi katup VVT-i bertugas mengoptimalkan kinerja mesin untuk memberi konsumsi yang ekonomis tanpa mengurangi performanya.

Sistem Intelligent Throttle-by-Wire ETCS-i (Electronic Throttle Control System with Intelligent) juga memberi andil dalam mengatur pembakaran bahan bakar secara efisien sesuai kebutuhan mesin. Catalytic converter yang diusungnya juga sudah memenuhi standar emisi Euro III.

Selanjutnya teknologi Super ECT (Electronic Controlled Transmission) pada transmisi otomatis 4-percepatan, bertanggung jawab untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda depan dengan tingkat kerugian yang rendah.

Untuk membuktikan efisiensi yang mampu diraih Vios setelah menempuh 22.304 km, kami kembali melakukan serangkaian tes dengan menggunakan bahan bakar beroktan RON 92 tanpa timbal sesuai yang direkomendasikan. Namun bukan berarti Vios tak mampu mengkonsumsi bahan bakar dengan oktan RON 88 atau setara Premium tanpa unsur timbal.

Pengetesan pertama dilakukan menggunakan metode yang sama dengan prosedur pengukuran konsumsi bbm pada pengetesan mobil baru. Kami mengujinya pada kecepatan rata-rata 100 km/jam, 80 km/jam, dan 60 km/jam di jalan bebas hambatan dengan kondisi AC aktif dengan jarak tempuh minimal 100 km per pengetesan.

Dengan bobot 1.050 kg plus beban 120 kg untuk seorang pengemudi dan bahan bakar penuh di tangki bbm, Vios mampu meraih figur konsumsi bbm 18,5 km/liter pada kecepatan konstan 100 km/jam. Terpaut 0,3 km/ liter di bawah hasil pengetesan perdana.

Figur konsumsi bbm rata-rata, jarak tempuh, sampai dengan kecepatan rata-rata sangat mudah dipantau berkat fasilitas MID (Multi Information Display) pada panel instrumen. Namun sebagai data pembanding, kami juga menggunakan perangkat GPS.

Tes berlanjut dengan kecepatan konstan 80 km/jam di mana kecepatan rata-rata ini diasumsikan untuk kondisi lalu lintas yang ramai lancar. Pada kecepatan ini Vios mampu mencapai 22 km/liter. Berselisih 0,4 km/liter di bawah pengetesan pada kondisi baru.

Sebagai pengetesan terakhir, kami menempuh kecepatan minimum yang diizinkan di jalan bebas hambatan yakni 60 km/jam. Hasilnya, Vios mampu mencatat angka impresif sekaligus menjadi Small Sedan teririt di kelasnya. Untuk 1 liter bbm, Vios bisa menempuh jarak 24,8 km. Lebih baik dari pengetesan awal setelah menempuh jarak 100km.

Sedangkan untuk kondisi dalam kota, kami mengujinya ketika kepadatan lalu lintas mulai tinggi di sore hari. Dipadu gaya mengemudi normal dengan kecepatan rata-rata yang mampu dicapai 24,7 km/jam dan jarak tempuh mencapai 103,2 km, diperoleh 11,4 km/liter. Dari hasil ini, degradasi konsumsi bbm yang terjadi adalah 0,3 km/liter.

Semua selisih konsumsi bbm yang muncul baik pada tes di jalan bebas hambatan maupun di jalan raya tidaklah signifikan. Terlebih ketika menghadapi tingkat kemacetan yang begitu bervariasi. Sehingga performa efisiensi Vios pada jarak tempuh lebih dari 20.000 km ini, bisa dikatakan mirip dengan hasil tes ketika mobil masih baru.

Dengan angka konsumsi bbm kombinasi 15,05 km/liter, dan tangki bbm Vios diisi 42 liter, Anda bisa menempuh 623,1 km dengan biaya Rp 243,6 ribu. Jarak itu setara dengan perjalanan Jakarta ke Magelang tanpa perlu mengisi bensin. Singkatnya, Toyota Vios mampu memenuhi janjinya sebagai 'The Fuelsaver' walau jarak tempuh pemakaiannya sudah tinggi. * Toyota All New Vios : Tetap Menjaga Janjinya

Kamis, 19 Februari 2009

Toyota Vios : Durability Yang Teruji

Toyota Vios : Durability Yang TerujiAnalisis untuk mengetahui kondisi mesin bisa dilakukan melalui pemeriksaan sampel pelumas bekas pakai di kendaraan. Hal inilah yang dilakukan Auto Bild untuk mengetahui kondisi unit tes kami, Toyota Vios.

Sampel pelumas bekas pakai ini kami ambil saat penggantian oli mesin dalam perawatan berkala 20.000 km. Selanjutnya sampel ini dibawa ke laboraturium independen untuk menjadi acuan dalam membuktikan keandalan produk Toyota.

Dari sini bisa diketahui kualitas pelumas rekomendasi, Toyota Genuine Motor Oil jenis sintetik (TGMO), maupun mekanisme dan material dapur pacu berkode 1NZ-FE yang digunakan Toyota Vios.

HASIL MEMUASKAN
Sesuai fungsinya, pelumas bekerja meminimalkan gesekan antara komponen bergerak di dalam mesin. Semakin baik pelumas melindungi komponen tersebut, maka tingkat keausan komponen bergerak akan semakin minimal. Hal ini berefek pada daya tahan mesin yang lebih baik.

Beragam data dapat diperoleh untuk dianalisis lebih lanjut. Total Base Number dan kadar jelaga menjadi petunjuk akan kualitas pelumas. Sedangkan water content, fuel dillution dan kandungan logam, merupakan faktor yang ditentukan oleh material dan sistem mesin itu sendiri.

Dalam hal ini, semua data merujuk pada hasil yang memuaskan. Water content yang sama sekali tidak terdeteksi di dalam sampel oli ini, menandakan bahwa sistem di mesin Toyota Vios tertutup sempurna sehingga kontak dengan udara bebas pun begitu terbatas. Pun begitu dengan fuel dillution yang menandakan kualitas ring piston dan sil klep, sehingga mampu mencegah bercampurnya bahan bakar dengan pelumas. Sedangkan kandungan logam di sampel ini juga berada dalam batas cukup rendah.

Dari sisi pelumas pun, angka Total Base Number dan jelaga (Soot) pun berada dalam batas toleransi, yang artinya sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pelumas dan mekanisme serta material dapur pacu Toyota Vios, sudah tak diragukan lagi. Hal-hal inilah yang membuat produk-produk Toyota mampu memiliki durability terbaik

SEDAN INVESTASI
TAK heran bila Toyota Vios memiliki value for money yang baik, lantaran kualitas dapur pacu berteknologi dan sesuai dengan hasil pemeriksaan pelumas.

Penerapan servis berkala 10.000 km, kian memberi nilai lebih bagi pemilik sedan Toyota. Selain meminimalkan biaya perawatan, eflsiensi bbm dari dapur pacu kian membuat Toyota Vios menjadi kendaraan investasi yang baik.

* AutoBild

Selasa, 06 Januari 2009

Toyota Vios - Sanggup Berjalan 50 km

Toyota Vios - Sanggup Berjalan 50 kmToyota Vios - Sanggup Berjalan 50 km - Pernahkah Anda lupa mengisi bensin sehingga tiba-tiba lampu indikator bensin mobil menyala? Jantung tentu berdebar-debar dan dilingkupi perasaan tidak tenang. Muncul pertanyaan, apakah sisa bensin yang ada dalam tangki cukup unluk membawa mobil ke SPBU terdekat. Toyota Vios : Sanggup Berjalan 50 km.

Oke, banyak mobil keluaran terkini yang telah dilengkapi Multi Information Display (MID), di mana jarak tempuh sesuai sisa bensin dalam tangki dapat diketahui. Namun lagi-lagi tetap timbul pertanyaan, seberapa akuratkah informasi yang ditampilkan ini? Seorang rekan pernah bercerita bahwa sedan Eropa miliknya tahu-tahu 'KO' padahal MID masih menunjukkan jarak tempuh sejauh 150 km.

Nah, berangkat dari pertanyaan inilah, kami memutuskan untuk melakukan sebuah tes sederhana. Sejauh apakah mobil masih dapat berjalan ketika lampu fuel meter telah menyala? Mobil yang kami pilih adalah Toyota Vios bertransmisi otomatis.

Menggunakan jenis digital, fuel meter di Vios akan berkedip saat menyisakan satu bar.

Dan seiring menipisnya persediaan tangki, frekuensi kedipannya akan semakin cepat. Secara psikologis, pancaran lampu indikator ini juga akan mempengaruhi detak jantung kita. "Jangan-jangan mobil akan segera mogok."

Waktunya pengetesan. Lampu fuel meter sudah berkedip dan kami pun bergegas menuju jalanan Ibu-kota. Sembari tak lupa menyiapkan bensin cadangan dalam jeriken tentunya. Berangkat dari kantor kami di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, rute dipilih adalah menuju bilangan Senayan pp. Dan jika belum habis, perjalanan akan kami lanjutkan menuju BSD, Tangerang, melewati tol Kebon Jeruk dan kembali via JORR dan Pondok Indah.

Begitu lampu indikator bensin berkedip, MID di dasbor Vios langsung langsung menunjukkan sisa jarak tempuh tinggal 15 km. Dan angka ini langsung berubah menjadi 10 dan lantas nol. Jelas bikin jantung pengemudi manapun langsung berdebar.

Akan tetapi kami tak terlalu khawatir.

Fakta bahwa setiap mobil memiliki reserved tank berkapasitas sekitar 5 liter. Jika dikombinasikan dengan konsumsi bbm rata-rata Vios seirit 12 km/1 membuat kami memprediksi jarak tempuh akan jatuh di kisaran 50-60 km.

Dan benar. Tripmeter pun terus merangkak naik. Angka 30 km terlampau. 40 dan lantas 50. Wah, kapan habisnya, nih? Muncul pikiran betapa susahnya membuat mobil seirit Vios ini kehabisan bensin.

BSD sudah terlewati dan kami pun memasuki tol I menuju Pondok Indah. Dan, tepat di depan gerbang tol Pondok Ranji, mesin Toyota Vios mendadak mati tanpa peringatan apapun. Bar paling bawah dari indikator bensin masih berkedip cepat. Mesin juga tidak menunjukkan gejala batuk-batuk seperti yang sering kita saksikan dalam film. Langsung mati begitu saja.

Akhirnya, tujuan kami tercapai. Ternyata, prediksi awal kami tidak meleset. Dengan MID menunjukkan konsumsi bbm rata-rata 11,8 km/1, trip-meter mencatat angka 58,6 km. Di mana kecepatan rata-rata di kisaran 25,1 km/jam.

Dengan populasi SPBU sebanyak saat ini, rasanya kita benar-benar tak perlu takut kehabisan bensin jika tiba-tiba lampu fuel meter menyala. Sejelek-jeleknya konsumsi bbm mobil, tetap saja Anda akan menemukan SPBU dalam radius 10 km dari posisi saat ini.

Meski begitu, jelas lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan? Bayangkan jika Anda tengah terburu-buru dan kondisi lalu lintas di sekitar SPBU terdekat tidak kondusif alias macet. Akan lebih bijaksana jika Anda selalu mengisi bensin sebelum lampu fuel meter menyala...* Toyota Vios - Sanggup Berjalan 50 km