This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Irit BBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Irit BBM. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2009

Toyota Yaris E : Konsumsi BBM

Compact hatchback dengan bonnet mirip Vios, saudaranya bermodel sedan ini menampilkan bodi yang unik dan sedikit lebar. Kesan groovy pun timbul dari tampilan depan Toyota Yaris.

Yaris merupakan andalan Toyota dalam berkompetisi di jajaran Compact Hatchback di Tanah Air yang kini sedang tren. Varian E yang menjadi unit tes kami kali ini dilengkapi transmisi manual 5-percepatan yang membuatnya terasa gesit di lalu lintas perkotaan yang padat.

Pada rute dalam kota yang menempuh jarak 104,6 km dengan kecepatan rata-rata 15,4 km/jam Yaris E menghasilkan angka konsumsi bbm 7,39 km/liter. Membuatnya bisa diandalkan ketika kemacetan menjadi kendala untuk menghemat bbm.

Sementara itu angka konsumsi bbm yang diperoleh dari perjalanan sejauh 176,9 km di tol berselisih 0,49 km/liter dari Vios A/T. Dengan kecepatan rata-rata 86 km/jam, hasil konsumsi yang didapat adalah 18,91 km/liter.

Menjadi varian tengah di line-up-nya, Yaris E menyediakan fitur yang tidak berbeda jauh dibanding varian di atasnya. Foglamp, sein di spion, spion elektrik, sistem audio dengan CD player dan 4 speaker merupakan kelengkapan standar Compact Hatchback Toyota ini.

Sistem pengereman Yaris E juga telah dilengkapi ABS untuk menghasilkan pengereman optimal dalam kondisi darurat. Data tes kami mencatat jarak 43,45 meter dalam tempo 3,71 detik untuk berhenti dari kecepatan 100 km/jam.

Yaris juga termasuk mobil yang fun to drive sehingga memiliki pengendalian yang baik, di jalan lurus maupun berliku. Meski begitu, suspensinya tetap mampu memberi rasa kenyamanan berkendara. Dengan konsumsi bbm irit dan memiliki kepraktisan tinggi, Yaris pun cocok digunakan di dalam dan luar kota.

Spesifikasi
Mesin : 1.497 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72 x 91,8 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 141 Nm/4.400 rpm
Transmisi : Manual 4-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 42 liter
Bobot : 1.035 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 7.39 km/l
Konsumsi bbm tol : 18,91 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 13,15 km/l
0-100 km/jam : 10,04 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 43,45 meter

Senin, 07 September 2009

Performa & Konsumsi BBM Toyota Prius Gen-3

Performa & Konsumsi BBM Toyota Prius Gen-3Fitur yang tak menarik dari mobil full hybrid ini adalah sistem informasinya. Dengan menekan tombol “DISP” di sisi kanan setir, duplikat tombol ini juga muncul di layar informasi di atas dashboard. Bila tombol DISP ditekan terus, muncul informasi lain. Yaitu “Hybride System Indicator”, “Energy Monitor” dengan gambar mobil dan aliran tenaga dari mesin, baterai, motor listrik dan roda. “5 minute Consumption”, “Trip A” dan “Past Record” dan lainnya.
Juga ada tombol untuk mengaktifkan HUD (Head-Up Display), tayangan informasi kondisi mengemudi yang muncul di kaca, sejajar dengan mata pengemudi.
Interior. Interior Prius menyenangkan saat duduki, baik pada jok pengemudi, penumpang depan dan belakang. Mobil ini sangat stabili dan bergaya sport. Hal tersebut dirasakan dari stabilitas yang sangat baik ketika bermanuver dan suspensi dengan bantingan keras.


Performa. Pada kondisi lalu lintas agak padat di jalan tol lingkaran luar, tim KOMPAS.com mampu melaju pada kecepatan 172 km/jam. Saat itu, masih dirasakan injakan pedal gas belum penuh. Diperkirakan, kecepatan maksimum Prius 180 km/jam. Sama dengan yang diklaim Toyota di Inggris.

Akselerasi 0–100 km/jam, tercepat diperoleh bila “Power Mode” aktif. Hasilnya, 11,34 detik dengan tiga penumpang di dalamnya (sekitar 200 kg). Di Inggris, Toyota klaim 10,4 detik tanpa catatan.

Konsumsi bahan bakar. Itulah cara yang dilakukan Prius mengirit bahan bakar dan menyelamatkan lingkungan. Karena itu jangan heran, konsumsi bahan bakarnya paling boros 5,5 km/liter atau 18,1 km/liter. Lebih umum, 5,3 li/100 km atau 18,9 km/liter. Namun berdasarkan tes standar Eropa, konsumsi bahan bakar Prius 25 km/liter

Kesimpulan. Prius Gen-3 dijuluki juga “technological tour de force”. Mobil yang menggerahkan berbagai kehebatan teknologi. Dibandingkan versi sebelumnya, Gen-3, tampil lebih gaya.

Dengan konsumsi berkisar 18,9 km/liter, selain ramah terhadap lingkungan, Prius juga lebih ramah terhadap kantung. Sebagai contoh, konsumsi bahan bakar paling boros, 18 km/liter. Biaya yang dikeluarkan untuk setiap kilometer bila menggunakan bensin oktan 92 (Pertamax) – saat ini dijual Rp 6.400 – adalah Rp 355/km. Kalau okan 95 (Pertamax Plus)- harga sekarang Rp 7.200 - per kilometer biayanya Rp 400.

Bandingkan dengan mobil yang konsumsi bensin premiumnya 10 km/liter, yaitu Rp 450/km. Kalau jarak tempuh makin jauh dan jalanan macet sering dilalui, Prius jauh makin ekonomis. Di samping itu, juga membantu mencegah kualitas lingkungan makin buruk!

Masalahnya, modal awal mahal. Harga mobil kompak ini sama dengan kelas menengah, Rp 585 juta.

Akselerasi dalam detik
Kecepatan
Power Mode
ECO Mode
0-100 km
11.34
14,59
60 – 100 km
6,44
7,54
80 – 120 km
8,37
-
Kecepatan tertinggi
180 km/jam
Catatan: Saat tes, penumpang 2 + 1 pengemudi, total 200 kg. Bensin di tangki 20 liter, berat mobil 1.420 kg.

Dimensi
mm

Panjang
4.460
Radius putar bodi
5,6 m
Lebar
1.745
Radius putar ban
5,2 m
Tinggi
1.490
Kapasitas tangki bensin
45 liter
Jarak Sumbu Roda
2.700
Berat total mobil maks.
1.420 kg
Ground Clearance min.
140
Total berat kotor mobil
1.805 kg

Mesin
Motor Listrik
Kapasitas
1.797cc
Tipe
Magnet
Permanen
Diameter x langkah
80,5 x 88,43mm
Tenaga
80PS (60kW)
Tenaga maks.
98 (73kW) @ 5.200 pm
Torsi
207Nm
Torsi maks.
142 @ 4.000 rpm
Tegangan
650volt
Baterai
Tipe
Nickel Metal
Hydrade (NiMH)
Tegangan
201,6volt
Tenaga dihasilkan
34PS
Tenaga hibrida net
134PS (110kW)

* Kompas


Kamis, 02 April 2009

Kijang Innova VS Kapsul : Perbandingan Konsumsi Bensin

Perbandingan Konsumsi Bensin Kijang Innova VS KapsulSalah satu isu yang paling ramai dibicarakan atau dijadikan ajang perdebatan antara masyarakat pemakai Kijang Innova dan juga pihak lain adalah konsumsi bahan bakar. Ada rumor, Innova dianggap boros. Sayangnya, rumor boros itu tanpa pembanding. Seharusnya, untuk menyatakan sebuah mobil boros, tentu saja harus ada pembandingnya.

Di samping itu, perbandingan harus sama. Istilahnya, apple to apple. Tepatnya, MPV harus dengan MPV dan bukan dengan sedan. Begitu pula dimensi dan beratnya.

Karena itulah, membandingkan konsumsi Kijang Innova bensin, ya... harus dengan Kijang Kapsul.

Berbagai media telah melakukan tes perbandingan konsumsi bahan bakar antara Kijang Innova versus Kapsul. Dari tabloid Otomotif yang juga mengetes Premium dan Pertamax adalah sebagai berikut.


Innova
Kapsul
BBM
Dalam kota
Konstan
Dalam Kota
Konstan
Premium
8 km/liter
12 km/liter
7,6 km/liter
11 km/liter
Pertamax
9,2 km/liter
13,4 km/liter


Selanjutnya majalah MobilMotor juga melakukan tes perbandingan, yaitu luar kota dan dalam kota. Hasil bisa dilihat berikut ini.

Kapsul (LGX)
Innova
Jakarta- Bandung
8,8 km/liter
9,8 km/liter
Bandung -Jakarta
10,3 km/liter
12,4 km/liter
Dalam kota
7,1 km/liter
7,3 km/liter
Rata-rata
8,7 km/liter
9,8 km/liter

Rabu, 01 April 2009

Kijang Innova : Tips Dan Trik Untuk Menembus 1:15

Dealer Toyota Jakarta Barat, IndonesiaBisakah Kijang Innova Anda menempuh jarak 15 km lebih dengan 1 liter bensin saat ke luar kota? Herry Sembodo berhasil membuktikannya akhir Februari lalu melalui ajang kompetisi irit sesama anggota Innova Community. Menempuh rute Jakarta-Ciwiduey pergi-pulang, ia menjadi peserta teririt dengan angka tertinggi 15,490 km per liter.

Kijang Innova yang dikendarai mahasiswa pasca-sarjana (S2) jurusan Hospitality Universitas Trisakti itu produksi 2007 dengan keempat roda standar. Saat lomba menggunakan bahan bakar premium. "Kalau sehari-hari biasanya pakai bahan bakar oplosan dengan perbandingan 50:50 (premium : pertamax)," ujar Herry membuka cerita.

Ganti saringan udara
Ada yang tidak percaya Kijang Innova-nya bisa melesat sejauh 15,490 km dengan satu liter bensin. "Saya bersedia untuk diuji ulang. Mau dites pakai alat sekalipun," tantang Herry.

Mesin 1TR-FE 4 silinder segaris memang sudah mendapat sentuhan ringan. Saringan udara bawaan standar model kering diganti dengan bentuk lebih kecil dan bisa dicuci. "Kalau aslinya terlalu besar sehingga susah napasnya," jelas Herry.

Tambahan lainnya, ground wire dan auxccelery air induction (AAI) buatan lokal. Innova yang boyo tenaga bawahnya, dengan peranti AAI, tak perlu memaksa pedal gas.

"Walau ada sedikit perubahan pada mesin, tanpa didukung teknik mengemudi yang benar, juga enggak bakalan dapat segitu," papar Herry. Jadi, selama perjalanan Jakarta-Ciwideuy ia menjaga putaran mesin antara 2.500 dan 3.000 rpm. Menurutnya, itulah putaran mesin paling ideal buat Innova untuk mencapai konsumsi yang baik.

Trik lainnya, ia menjaga kecepatan tidak lebih dari 110 km/jam, lagi pula iring-iringan. Kemudian, saat menghadapi jalanan menurun, tongkat persneling diposisikan ke lima, "Sementara teman-teman ada yang dinetralkan," sebutnya.

Cuma itu saja. Ketika kecepatan melamban dan hampir berhenti, untuk melaju awal cukup menggunakan gigi dua. Lalu, posisi AC ditempatkan paling rendah (low) dengan suhu temperatur setengah. Ini berkaitan dengan kerja mesin yang tidak terlalu berat.

Untuk dalam kota, menurut Herry bisa mencapai 1:12 dengan kondisi stop and go yang tidak sering. Teknik mengemudi yang dipakai hampir sama dengan lomba. Putaran mesin bermain di angka ideal. Kemudian, setiap start (habis kena macet), pedal gas ditekan dengan perlahan.

Yang paling penting, kondisi mesin harus dijaga. Herry mengaku ganti oli setiap 5.000 km berikut saringan olinya. Toyota sendiri menganjurkan 10.000 km. "Mesin kan terus berputar, jadi enggak bisa dipatok dengan angka saja," tegasnya.

Kemudian, setiap sebulan sekali, filter udaranya yang sudah ganti model itu dicuci. "Bisa dua bulan, tergantung kondisi jalan. Kalau berdebu bisa lebih cepat," tutupnya.

Selasa, 24 Maret 2009

Bikin Irit Kijang Innova Diesel

Bikin Irit Kijang Innova DieselAnto berhasil memenangi lomba irit di kelas diesel dengan jarak tempuh terjauh 14,702 km per liter, dalam acara touring sesama anggota Innova Community (IC). Seperti apa sih, mobil dan cara menyetirnya?

Tambah Intercooler
Begitu melihat tampilan Kijang Innova milik pria bernama asli Ardianto ini, kami setengah tidak percaya kalau MPV itu bisa irit. Bayangkan, diproduksi 2005, ya sedikit tua dan bertransmisi otomatis pula. Kemudian, keempat roda memakai ukuran 235/70-R16 dan kembang ban bercorak untuk medan garuk tanah alias off-road. Saat melongok ke belakang, ujung knalpotnya sebesar betis pria dewasa.

"Pada bodi ada peredam sebanyak 30 lembar. Sama saja dengan membawa dua orang dewasa. Belum lagi semprotan anti-karat," sebut pria berbadan sedikit subur itu membuka pembicaraan. Kemudian, ketika lomba, bujangan berusia 34 tahun ini masih ditemani dua orang, "Satu dewasa dan satunya lagi anak-anak, plus membawa barang-barang," katanya.

Semakin tidak percaya kalau Kijang Innova bisa mencapai 14,702 km/liter kala kap mesin dibuka. Sistem turbonya sudah sedikit mengalami perubahan. Di antaranya, adanya penambahan intercooler yang berfungsi untuk mendinginkan angin. "Jika sebelumnya yang masuk ke mesin udara panas, sekarang menjadi dingin," komentar wiraswata di bidang otomotif itu.

Ubahan lainnya, tampak pada sistem exhaust. Diameter pipa sedikit lebih besar dan tekukannya tidak patah sehingga pernapasan mesin lebih lancar. Dengan demikian, turbo bekerja pada putaran mesin lebih rendah. Manajemen mesin dikasih Unichip type Q.

Masih seputar turbo. Untuk mengurangi gejala turbo lag, Anto menambah peranti Acceler Air Induction (AAI) bikinan dalam negeri, dan memang, akselerasi Innova begitu responsif. Lalu, perpindahan tiap gigi berlangsung halus tanpa ada jeda.

Dari polesan itu, tenaga mesin D4D terdongkrak dari 102 pk menjadi 138 pk. Begitu juga torsi, meningkat dari 215 Nm menjadi 253 Nm.

Dengan perubahan demikian, secara logika, konsumsi bahan bakarnya pasti lebih boros. Nyatanya, Anto berhasil memenangi lomba dengan 1 liter bensin bisa menempuh jarak 14,702 km. "Saya juga kaget, kok hasilnya bisa segitu," ujar Anto.

Eco Drive
Kunci kesuksesan Anto katanya karena, selama menempuh rute dari Jakarta menuju Ciwideuy, Jawa Barat, menerapkan gaya mengemudi Eco Drive. "Kita harus tahu karakter mesin. Kemudian selama perjalanan menjaga torsi maksimal setiap gigi," katanya.

Bukan itu saja. Dalam melakukan akselerasi harus mengikuti irama mesin. Artinya, tanpa harus dihentak, apalagi Kijang Innova ini sudah dilengkapi teknologi drive by wire, bila pedal gas dibejek, justru boros.

Kemudian, saat melintasi jalan tanjakan cukup panjang di tol Cipularang, Anto memindahkan posisi transmisi dari D ke angka 3 (persneling 3). Dan itu hanya dilakukan sekali.

Cara pengereman jangan mendadak karena energi terbuang percuma. Kemudian, kala berhenti lebih dari satu menit, sebaiknya tongkat transmisi dipindahkan ke netral. Jika tetap dipanteng di D, selain suhu ATF panas, juga energi terbuang sia-sia.

Seandainya Toyota Kijang Innova itu menggunakan ban sesuai ukuran standarnya yang R15, keiritannya mungkin bisa melewati keiritan bensin yang 1 liter menempuh 15 km lebih.

Jumat, 09 Januari 2009

Uji BBM Yaris - Antara Premium Dan Pertamax

Uji BBM Yaris - Antara Premium Dan PertamaxTelah banyak media yang mengulas Toyota Yaris. Keunggulan akselerasi mesin dan stabilitas pengendaliannya kerap sekali dibicarakan. Begitu pula dengan konsumsi BBM-nya yang diklaim sangat irit karena bisa mencapai 12 km/liter di dalam kota.
Lalu bagaimana jika Toyota Yaris diajak menempuh perjalanan jauh luar kota Jakarta-Surabaya PP (pulang pergi)? Tentu sangat mengasyikkan mengingat Yaris di Indonesia kerap disebut mini MPV dan tak jarang disebut city car.
Dalam pengujian kali ini kami memutuskan untuk memakai BBM Premium dari Jakarta-Surabaya, dan gantian memakai Pertamax arah sebaliknya. Kira-kira mana yang lebih irit?
Tentu butuh waktu hari libur yang cukup untuk melakukan pengujian ala Jakarta-Surabaya PP. Maklum, jarak yang kami tempuh via jalur pantura bisa mencapai 1.600 km. Jadi momen liburan natal dan tahun baru lalu dapat kami gunakan untuk pengujian kali ini.

Saat memasuki Tol Cikampek SPBU km 57 di malam hari, kami sempatkan diri untuk melakukan pengecekan di Pos Jaga Toyota 24 Jam. Melalui tangan trampil mekanik Udin, Toyota Yaris yang kami kemudikan dinyatakan tak ada masalah dan siap melakukan perjalanan jauh. Usai mengisi penuh tangki BBM dengan Premium yang tak sampai Rp 200 ribu, perjalanan ke Surabaya segera kami lanjutkan.

Capai 170 km/jam
Perjalanan tengah malam tergolong lancar. Jalanan tidak terlalu padat hingga memberikan kesempatan bagi Yaris adu performa. Mulai akselerasi menyusul bus-bus malam berukuran besar hingga truk gandengan tidak ada masalah. Ukuran Yaris yang kompak ditunjang dengan akselerasinya yang responsif, semakin membuat kami yakin bahwa mobil ini juga layak diajak keluar kota.

Saat memasuki Cirebon barulah performa total Yaris dapat terasa maksimal. Di jalur tol Cirebon, Yaris dapat kami pacu hingga menembus kecepatan 170 km/jam. Ingin sekali menekan pedal gas lebih dalam, hanya saja barisan pintu keluar tol telah terlihat. Dengan terpaksa pedal rem pun harus terinjak agar dapat memberikan beberapa lembar ribuan Rupiah untuk petugas loket.

Tembus 16 km/liter
 Tiba di Semarang pagi hari, kami memutuskan untuk sekadar keliling kota. Waktu itu jalanan mulai ramai dan saat melihat indikator BBM sudah tersisa satu bar, kami pun singgah di SPBU. Kembali pengisian secara full tank untuk mengetahui berapa konsumsi BBM selama perjalanan.

Takjub juga dengan hasil betapa iritnya konsumsi BBM Toyota Yaris. Jika dirata-rata selama perjalanan, perliter Premium bisa menembus 16 km. Padahal kami sering menekan pedal gas dalam-dalam.
Menjelang sore, kami pun tiba di Surabaya. Selama di Kota Pahlawan, kami sengaja berkeliling kota supaya indikator BBM segera menurun dan berkedip lampu merah. Namun konsumsi BBM Yaris yang super irit, memaksa kami dapat mengunjungi SPBU esok hari. Pasalnya hingga tiba di Surabaya di hari pertama, indikator BBM masih menyisakan dua bar.

Setelah merasa kondisi badan sudah bugar, keesokan harinya kami memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta. Kali ini pengujian adalah bagaimana konsumsi BBM Yaris jika memakai Pertamax yang beroktan 92.

Dengan angka oktan yang lebih tinggi 4 digit dibandingkan Premium yang 88, kami sudah membayangkan bahwa performa Yaris akan lebih baik. Tepat sore hari, kami telah berada di Tol Surabaya dan kembali menyusuri jalan yang sama, yang telah kami lewati kemarin. Perjalanan kali ini lumayan padat karena boleh dikata kami berbarengan dengan bus-bus malam luar kota yang juga menuju Jakarta.

Cukup gemas juga melihat banyaknya iring-iringan bus malam di depan. Jalur pantura di Jawa Timur tergolong sempit dan hanya cukup untuk dua jalur saja. Lalu lintas yang lumayan ramai, justru menjadi kelebihan bagi Yaris. Dimensinya yang kompak dan performanya yang gesit, kami pun berhasil mendahului beberapa bus malam.

Jadi bisa dibayangkan pedal gas kerap sekali diinjak. Namun ada catatan menarik, cukup dengan menekan pedal gas secukupnya (tidak perlu dalam-dalam) dan upayakan putaran mesin berkisar 3.000 rpm, Yaris pun telah asyik diajak aksi salip menyalip. Tanpa terasa kami pun sampai di Tegal.

Saat memasuki SPBU, sesungguhnya masih ada beberapa bar pada indikator BBM. Hanya saja karena di SPBU ini terdapat Pertamax, maka kami memutuskan untuk melakukan pengisian ulang. Khawatir jika nanti sulit mendapatkan Pertamax.

Di pengukuran konsumsi BBM dengan Pertamax ini, kami kembali mendapatkan hasil yang fantastis. Rata-rata perliter-nya mencapai 17 km atau lebih baik 1 km bila dibandingkan dengan Premium. Padahal kondisi lalu-lintas dari Surabaya menuju Tegal lebih ramai dari biasanya.

Pakai Pertamax Capai 18 km/liter
Beruntung sekali menjelang tengah malam hingga pagi hari, lalu lintas cenderung lebih lenggang hingga kami pun kembali dapat mengajak Yaris berlari lebih kencang. Hebatnya lagi, pagi-pagi Subuh kami telah berada di Jakarta. Saat kembali melakukan pengukuran dengan mengisi BBM Pertamax, kali ini kami mendapatkan rekor 1 liter Pertamax bisa menempuh jarak 18 km! Benar-benar membuktikan bahwa Yaris tidak hanya asyik di ajak jalan-jalan keluar kota, tetapi juga sangat irit konsumsi BBM-nya.

Mungkin suatu hari nanti kami dapat menguji konsumsi BBM lain, tapi dengan Pertamax Plus ataupun dengan produk Shell maupun Petronas. Asalkan dengan catatan telah ada SPBU yang bersangkutan di sepanjang jalan.

Selasa, 06 Januari 2009

Toyota Vios - Sanggup Berjalan 50 km

Toyota Vios - Sanggup Berjalan 50 kmToyota Vios - Sanggup Berjalan 50 km - Pernahkah Anda lupa mengisi bensin sehingga tiba-tiba lampu indikator bensin mobil menyala? Jantung tentu berdebar-debar dan dilingkupi perasaan tidak tenang. Muncul pertanyaan, apakah sisa bensin yang ada dalam tangki cukup unluk membawa mobil ke SPBU terdekat. Toyota Vios : Sanggup Berjalan 50 km.

Oke, banyak mobil keluaran terkini yang telah dilengkapi Multi Information Display (MID), di mana jarak tempuh sesuai sisa bensin dalam tangki dapat diketahui. Namun lagi-lagi tetap timbul pertanyaan, seberapa akuratkah informasi yang ditampilkan ini? Seorang rekan pernah bercerita bahwa sedan Eropa miliknya tahu-tahu 'KO' padahal MID masih menunjukkan jarak tempuh sejauh 150 km.

Nah, berangkat dari pertanyaan inilah, kami memutuskan untuk melakukan sebuah tes sederhana. Sejauh apakah mobil masih dapat berjalan ketika lampu fuel meter telah menyala? Mobil yang kami pilih adalah Toyota Vios bertransmisi otomatis.

Menggunakan jenis digital, fuel meter di Vios akan berkedip saat menyisakan satu bar.

Dan seiring menipisnya persediaan tangki, frekuensi kedipannya akan semakin cepat. Secara psikologis, pancaran lampu indikator ini juga akan mempengaruhi detak jantung kita. "Jangan-jangan mobil akan segera mogok."

Waktunya pengetesan. Lampu fuel meter sudah berkedip dan kami pun bergegas menuju jalanan Ibu-kota. Sembari tak lupa menyiapkan bensin cadangan dalam jeriken tentunya. Berangkat dari kantor kami di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, rute dipilih adalah menuju bilangan Senayan pp. Dan jika belum habis, perjalanan akan kami lanjutkan menuju BSD, Tangerang, melewati tol Kebon Jeruk dan kembali via JORR dan Pondok Indah.

Begitu lampu indikator bensin berkedip, MID di dasbor Vios langsung langsung menunjukkan sisa jarak tempuh tinggal 15 km. Dan angka ini langsung berubah menjadi 10 dan lantas nol. Jelas bikin jantung pengemudi manapun langsung berdebar.

Akan tetapi kami tak terlalu khawatir.

Fakta bahwa setiap mobil memiliki reserved tank berkapasitas sekitar 5 liter. Jika dikombinasikan dengan konsumsi bbm rata-rata Vios seirit 12 km/1 membuat kami memprediksi jarak tempuh akan jatuh di kisaran 50-60 km.

Dan benar. Tripmeter pun terus merangkak naik. Angka 30 km terlampau. 40 dan lantas 50. Wah, kapan habisnya, nih? Muncul pikiran betapa susahnya membuat mobil seirit Vios ini kehabisan bensin.

BSD sudah terlewati dan kami pun memasuki tol I menuju Pondok Indah. Dan, tepat di depan gerbang tol Pondok Ranji, mesin Toyota Vios mendadak mati tanpa peringatan apapun. Bar paling bawah dari indikator bensin masih berkedip cepat. Mesin juga tidak menunjukkan gejala batuk-batuk seperti yang sering kita saksikan dalam film. Langsung mati begitu saja.

Akhirnya, tujuan kami tercapai. Ternyata, prediksi awal kami tidak meleset. Dengan MID menunjukkan konsumsi bbm rata-rata 11,8 km/1, trip-meter mencatat angka 58,6 km. Di mana kecepatan rata-rata di kisaran 25,1 km/jam.

Dengan populasi SPBU sebanyak saat ini, rasanya kita benar-benar tak perlu takut kehabisan bensin jika tiba-tiba lampu fuel meter menyala. Sejelek-jeleknya konsumsi bbm mobil, tetap saja Anda akan menemukan SPBU dalam radius 10 km dari posisi saat ini.

Meski begitu, jelas lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan? Bayangkan jika Anda tengah terburu-buru dan kondisi lalu lintas di sekitar SPBU terdekat tidak kondusif alias macet. Akan lebih bijaksana jika Anda selalu mengisi bensin sebelum lampu fuel meter menyala...* Toyota Vios - Sanggup Berjalan 50 km


Sabtu, 03 Januari 2009

Toyota Avanza : Konsumsi BBM

Mobil Keluarga Ideal Terbaik IndonesiaKonsumsi BBM Toyota Avanza - Inilah mobil dengan populasi terbanyak di Indonesia saat ini. Kalau tidak percaya coba tengok kiri dan kanan Anda saat sedang mengemudi. Pasti bisa langsung melihat ‘mobil sejuta umat’ ini di sekitar Anda.

Dengan mesin yang efisien dan harga Avanza baru yang terjangkau, mobil ini mampu menembus angka penjualan 24 ribu unit di pertengahan semester kedua tahun ini. Toyota Avanza tipe 1.5 S dengan transmisi otomatis 4-percepatan mampu memberikan kenyamanan tersendiri tanpa melupakan daya angkutnya yang besar. Tujuh orang penumpang masih mampu diakomodasi olehnya.

Gelar terbaik pada kategori People Carrier pada Auto Bild Award 2008 bukan tanpa alasan. Performa Avanza varian S ini berkapasitas 1.495 cc, mampu memberikan 109 daya kuda pada 6.000 rpm. Sementara torsi untuk membawa mobil berikut 7 penumpangnya sebesar 141 Nm di 4.400 rpm.

Sayangnya, konfigurasi ini serta final gear 4,875 dan penggerak roda belakang, membuat Avanza tak mampu memberikan efisiensi terbaik pada Liga Irit 2008. Ditambah dengan transmisi otomatis 4-percepatan, kian membuat transfer tenaga ke roda pengerak kurang optimal. Gejala selip khas transmisi otamatis, membuat akselerasi sedikit terhambat.

Tak heran bila rute dalam kota dengan kondisi ‘stop and go’ membuat Avanza termewah ini hanya mencatat angka 7,21 km/l. Hasil tersebut dicapai dengan menempuh kondisi jalan dalam kota Jakarta yang sangat padat. GPS kami mencatat kecepatan rata-rata tidak lebih dari 15,2 km/jam. Artinya perjalanan dalam kota sejauh 104,6 km kami tempuh dalam waktu 6 jam 50 menit.

Sedangkan untuk rute jalan tol sejauh 176,9 km dan kecepatan rata-rata 86 km/jam, Avanza S mampu mencatat hasil 13,87 kilometer untuk setiap 1 liter Premium. Hasil yang cukup baik, bila mengingat tubuhnya seberat 1,07 ton. Namun hal tersebut tidak membatasi kelincahan mobil ini untuk bermanuver di kemacetan Ibukota.

Dealer Toyota GarutMenjadi varian termewah di jajaran Avanza, tentu tipe S menyediakan fitur yang lengkap. Foglamp, sein di spion dan mampu diatur secara elektrik, tweeter di pilar A, alarm, head unit MP3 hingga sensor parkir telah hadir menjadi kelengkapan standar.

Sedangkan untuk sistem pengereman, Avanza S telah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) untuk memberikan pengereman optimal saat keadaan darurat. Data tes kami mencatat jarak 47,79 meter dalam tempo 3,59 detik untuk berhenti dari kecepatan 100 km/jam. Karena dirancang untuk mengangkut 7 orang, suspensi Toyota Avanza S memiliki bantingan yang agak keras ketika dimuati satu orang. Pun dengan akurasi pengendalian sehingga terasa kurang fun to drive.

Spesifikasi
Mesin : 1.495 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72 x 91,8 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 141 Nm/4.400 rpm
Transmisi : Otomatis 4-speed
Jenis bensin : Premium TT
Kapasitas tangki : 45 liter
Bobot : 1.085 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 7,21 km/l
Konsumsi bbm tol : 13,87 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 10,54 km/l
0-100 km/jam : 14,13 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 47,7 meter

* New Avanza Hadir Oktober, Alphard Laku Keras | Toyota Avanza S : Let Them Coming

Untuk informasi Toyota Avanza terbaru, silahkan klik dibawah ini:
Harga Toyota AvanzaInterior Toyota AvanzaEksterior Toyota AvanzaFitur Keselamatan Toyota AvanzaFitur Kenyamanan Toyota AvanzaSpesifikasi Toyota AvanzaWarna Toyota AvanzaFoto Gambar Toyota AvanzaKredit Toyota AvanzaBrosur Toyota AvanzaPanduan Toyota AvanzaAksesoris Toyota Avanza
Untuk pemesanan Toyota Avanza Baru, silahkan klik dibawah ini:
PT. Liek Motor Toyota - Dealer Resmi Toyota Surabaya, Jawa Timur

Toyota Rush : Konsumsi BBM

Toyota Rush : Konsumsi BBMKonsumsi BBM Toyota Rush, sebagai sebuah SUV kompak yang mewarisi DNA people carrier terlaris, mobil berbobot 1.175 kg ini juga memiliki impresi mumpuni layaknya sebuah mobil keluarga, meskipun hanya memiliki kemampuan membawa 5 penumpang saja. Konsumsi BBM Toyota Rush.

Desain bodi boxy, yang membuat sudut pandang secara keseluruhan jadi lebih tinggi, menjadikan Rush memiliki tongkrongan macho dan tidak jauh berbeda dengan SUV pada umumnya. Apalagi Rush juga dibekali dengan ukuran roda yang lebih besar serta komposisi final gear 5,857:1.

Hal ini membuat akselerasinya hanya terpaut 0,8 detik dari saudaranya yang berbeda platform, meski sama-sama bertransmisi manual 5-percepatan, serta menggunakan mesin sama bertenaga 109 dk dan torsi 145 Nm. Padahal bobotnya yang 1.175 kg, tidak bisa dikatakan ringan untuk SUV bermesin 1.495 cc.

Tak heran, urusan pemakaian bahan bakarnya pun tidak beranjak jauh dari angka 7,43 km/liter. Ini didapat setelah menempuh kondisi jalanan perkotaan yang berkarakter stop and go, dengan jarak tempuh total 101,1 km.

Konsumsi BBM Toyota RushMeskipun begitu, angka yang dicapai pada etape di dalam kota ini merupakan terbaik yang bisa diraih. Sebab menilik catatan kami, dibanding mobil lain berbobot sama dari kategori non-sedan, Rush mencetak nilai paling tinggi. Pada pengetesan di jalan tol dengan total jarak tempuh 173,3 km, Compact SUV Toyota ini membukukan angka konsumsi bbm 13,62 km/liter, dengan kecepatan rata-rata 86 km/jam.

Buat sebagian orang yang senang dengan mobil tinggi, Rush bisa sangat menyenangkan. Desain interiornya modern dengan nuansa ivory, juga lega untuk 5 orang dewasa. Ornamen logamnya memberikan kesan kokoh.

Kabin Rush juga praktis dengan bagasi lapang dan berbagai kompartemen penyimpanan. Konsepnya sebagai SUV membuat posisi mengemudi di mobil yang memiliki struktur Global Outstanding Assessment ini cukup tinggi. Sementara suspensi yang dirancang sesuai kebutuhan sebuah SUV kompak lebih nyaman jika mobil Toyota Rush dimuati banyak orang.

Spesifikasi
Mesin : 1.495 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72 x 91,8 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 145 Nm/4.400 rpm
Transmisi : Manual 5-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 45 liter
Bobot : 1.175 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 7,43 km/l
Konsumsi bbm tol : 13,62 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 10,48 km/l
0-100 km/jam : 13,59 detik
Pengereman 100-0 km/jam : N/A