This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Yaris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yaris. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juli 2010

New Yaris TRD Sportivo : Melekatkan Gairah

mobil bekas toyota yarisToyota New Yaris TRD Sportivo : Melekatkan Gairah - Sepertinya para petarung di kelas small hatchback perlu mewaspadai langkah Toyota usai membenahi Yaris dengan balutan TRD Sportivo ver.2. Menggunakan platform standar Yaris tipe S AT Limited yang sudah berfitur lengkap, PT Toyota-Astra Motor (TAM) memberikan jubah terbaru dan komponen suspensi yang berbeda untuk hatchback ini. Klaimnya, selain tampil kian sportif, Yaris semakin lincah bermanuver membedah padatnya lalu lintas. New Yaris TRD Sportivo Semakin Melekatkan Gairah.

Dandanan yang disuguhkan body kit TRD Sportivo lansiran Thailand ini tidak sekadar mendongkrak penampilan Yaris, namun juga diklaim meningkatkan nilai aerodinamika. Yang pasti, balutan body kit ini menjadi nilai jual istimewa di antara rival-rivalnya di kelas small hatchback.

Soal mesin, TAM meyakini mesin 1NZ-FE masih memberi performa yang bisa diandalkan. Hanya saja, tidak seperti versi pendahulunya yang mengandalkan transmisi manual, kini Yaris TRD Sportivo - karena menggunakan basis standar Yaris tipe S AT Limited mau tak mau hanya tersedia dengan transmisi otomatis. Walau begitu, usah risau dengan akselerasinya, transmisi otomatis 4-speed yang disematkan tetap menjadikan Yaris TRD Sportivo responsif.

Satu hal yang cukup mencuri perhatian adalah empat buah velg TRD Sportivo berbalut ban Dunlop SP 2030 berprofil 185/60 R15. Tak bisa dipungkiri, kombinasi desain dan warna velg membuat Yaris ini tampil impresif. Dan satu hal yang menurut kami paling bernilai dari varian Yaris tertinggi ini adalah paket suspension kit TRD Sportivo. Peredam kejut dan per keong yang melengkapi keempat kaki Yaris membuat pengendaraan dan pengendalian terasa berbeda dibandingkan varian standarnya.

Suspension kit itu membuat Yaris TRD ini memiliki ground clearance lebih pendek 20 mm ketimbang Yaris standar. Meski begitu, tak ada kesan peredaman yang keras saat Yaris melaju melewati permukaan jalan bergelombang. Suspensi ini memberi pengendaraan yang mantap, sekaligus menyuguhkan pengendalian yang lebih baik saat bermanuver. Di kecepatan tinggi, mobil ini lebih yakin saat melahap tikungan, karena gejala body roll yang minim. Gejala understeer yang kami rasakan cukup mengganggu pada varian Yaris standar sangat bisa dieleminasi pada Yaris TRD ini.

Sayangnya, aroma TRD Sportivo tak merebak hingga ke interior. Seluruh kabin masih membawa fitur standar Yaris tipe S, seperti tombol audio di lingkar kemudi, tombol smart start/stop system, lingkar kemudi dan tuas transmisi sudah berbalut kulit, smart entry, hingga dual SRS airbag.

Pendek kata, penampilan "menggairahkan" dari Yaris ini memang begitu menggoda. Tersedia hanya dengan pilihan warna putih, Yaris TRD Sportivo Ver.2 ini dibanderol Rp 240.450.000 (OTR Jakarta) dan sudah siap dipesan sejak Juni 2010.

KEUNGGULAN

- Body kit menyegarkan
- Suspensi menyenangkan

KEKURANGAN

- Tak ditawarkan peningkatan performa
- Interior tanpa sentuhan TRD

DATA & FAKTA

TOYOTA YARIS TRD SPORTIVO VER.2

Mesin : 4-silinder segaris 1.497cc
Tenaga : 109 hp@ 6.000 rpm
Torsi : 141 Nm@ 4.200 rpm
Transmisi : Otomatis, 4-speed, Super ECT
Ekonomi : 10,45 kpl (kombinasi)


Minggu, 14 Februari 2010

Toyota Yaris : Melengkapi Daftar Panjang Penghargaan dengan Top Brand Award 2010

Toyota Yaris : Harga, Terbaru, Hatchback, Terbaik, IndonesiaToyota Yaris kembali meraih penghargaan tahunan Top Brand, bersama dengan produk unggulan PT. Toyota Astra Motor lainnya, yaitu Toyota Kijang dan Toyota Avanza, yang meraih top index teratas untuk sub kategori otomotif MPV. Penghargaan ini semakin memperkokoh citra hatchback terbaik pilihan masyarakat Indonesia, yang tidak lain adalah Toyota Yaris.
Top Brand award adalah sebuah penghargaan terhadap merek-merek terpilih berdasarkan parameter survei seperti top of mind awareness (merek yang pertama kali disebut oleh responden ketika ketegori produk disebutkan), last used (merek yang terakhir kali digunakan responden dalam 1 re-purchase cycle), dan future intention (merek yang ingin dikonsumsi di masa mendatang). Survei dilakukan secara face to face interview di 6 kota (Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Semarang dan Surabaya) dengan jumlah sampel 500 orang per kota secara random.

”Toyota sangat bersyukur, setiap tahun selalu diberi kesempatan untuk ambil bagian dalam Top Brand award, bahkan Toyota New Yaris melengkapi daftar penghargaan dengan Top Brand 2010,” Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan menjelaskan.

Masing-masing produk pemenang Top Brand award memang telah cukup sering mendapatkan penghargaan. Produk unggulan Toyota, New Yaris melengkapi catatan kemenangannya di berbagai ajang dengan menjadi pemenang Top Brand tahun ini. Setelah sebelumnya menjadi Car of The Year di ajang Indonesian Car of The Year majalah Mobil Motor, menjadi pilihan utama para komunitas di Brand Choice Award by Community oleh SWA, sekaligus memjadi juara nasional dalam Kejuaraan Nasional Slalom tahun 2008 / 2009.

Sementara itu, produk yang memang telah terbukti keunggulannya selama puluhan tahun, Toyota Kijang, telah menjadi juara bertahan sejak tahun 2002 untuk Top Brand Award. Toyota Kijang juga telah meraih sederet penghargaan seperti IMAC, Autobild Award, Otomotif Award, Autocar Award selama beberapa tahun berturut-turut. Demikian pula mobil terlaris di Indonesia, Toyota Avanza, juga telah mencatatkan berbagai penghargaan seperti Top Gear Award, Otomotif Award, dan Autocar Award.

“Berlimpahnya penghargaan ini tentunya memacu kami untuk semakin meningkatkan kualitas produk dan layanan Toyota, dan semoga kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Toyota juga semakin meningkat,” tambah Johnny Darmawan.

Jadi, bagi Anda yang saat ini sedang mempertimbangkan untuk membeli mobil hatchback baru, tidak salah jika Anda menjatuhkan pilihan pada Toyota Yaris.

Jumat, 29 Januari 2010

Toyota Yaris : Perjalanan Panjang Ini Belum Berakhir

Dealer Toyota JayapuraTahun telah berganti, namun Long Term Test Toyota Yaris masih belum mencapai titik klimaks. Fase demi fase telah dilewati unit tes kami ini, baik dalam segi pengetesan maupun aktivitas berbau lifestyle.
Dalam menjalani Long Term Test sepanjang lebih dari 20 ribu kilometer, unit tes Toyota Yaris kami mengalami perlakuan yang ektrem. Ujian terberat yang harus dijalani adalah ketika Compact Hatchback Toyota ini mengikuti seri terakhir kompetisi slalom tingkat nasional.

Ubahan modifikasi perah dilakukan untuk memberikan performa maksimal. Namun inilah gaya hidup pemilik Yaris, dimana aura modifikasi tak lepas dari segmen pasar anak muda. Begitu pula dalam melakukan aktivitas dengan unsur lifestyle yang kental. Desain bodi kompak Yaris serta stylish sangat mewakili gaya hidup yang penuh keceriaan dan kedinamisan.

Dan setelah melewati pengujian yang berat ini, performa unit Long Term Test Toyota Yaris kami tetap prima. Baik untuk akselerasi, konsumsi bbm, maupun penggunaan di berbagai medan dan kondisi jalan.

Senin, 11 Januari 2010

Toyota Yaris : Yang Terbaik Dari Beragam City Car

Harga Toyota Yaris 2010Beragam penyempurnaan teknologi yang diterapkan pada Toyota Yaris, akhirnya menjadikan city car ini tetap sebagai yang terbaik. Seperti yang dirilis oleh media online newspress.co.uk baru-baru ini.

Media acuan para jurnalis dari seluruh dunia ini memberitakan hasil perbandingan antara Toyota Yaris dan city car yang ada di Britania Raya. Dari konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang, Yaris menempati peringkat pertama sebagai kendaraan paling irit dan sangat ramah lingkungan.

Terobosan teknologi yang diterapkan pada Toyota Yaris hingga menempati peringkat pertama itu adalah pemakaian mesin berkapasitas 1,33 liter. Meskipun mesin lebih kecil, namun performa tenaga dan torsinya tak kalah dengan mobil sekelasnya.

Ini dikarenakan Yaris terbaru telah mengadopsi Dual VVT-i. Teknologi pengaturan buka tutup katup di tiap-tiap silinder mesin inilah, yang mengantarkan Yaris sangat hemat dalam mengkonsumsi bahan bakar, sehingga emisi gas buangnya sangat rendah.

Tak mengherankan Toyota Yaris 1,33 liter (varian TR) adalah yang paling laris di Inggris. Jadi apapun city car-nya, Toyota Yaris tetap yang terbaik.

* Toyota Indonesia

Senin, 28 Desember 2009

Toyota Yaris E : Konsumsi BBM

Compact hatchback dengan bonnet mirip Vios, saudaranya bermodel sedan ini menampilkan bodi yang unik dan sedikit lebar. Kesan groovy pun timbul dari tampilan depan Toyota Yaris.

Yaris merupakan andalan Toyota dalam berkompetisi di jajaran Compact Hatchback di Tanah Air yang kini sedang tren. Varian E yang menjadi unit tes kami kali ini dilengkapi transmisi manual 5-percepatan yang membuatnya terasa gesit di lalu lintas perkotaan yang padat.

Pada rute dalam kota yang menempuh jarak 104,6 km dengan kecepatan rata-rata 15,4 km/jam Yaris E menghasilkan angka konsumsi bbm 7,39 km/liter. Membuatnya bisa diandalkan ketika kemacetan menjadi kendala untuk menghemat bbm.

Sementara itu angka konsumsi bbm yang diperoleh dari perjalanan sejauh 176,9 km di tol berselisih 0,49 km/liter dari Vios A/T. Dengan kecepatan rata-rata 86 km/jam, hasil konsumsi yang didapat adalah 18,91 km/liter.

Menjadi varian tengah di line-up-nya, Yaris E menyediakan fitur yang tidak berbeda jauh dibanding varian di atasnya. Foglamp, sein di spion, spion elektrik, sistem audio dengan CD player dan 4 speaker merupakan kelengkapan standar Compact Hatchback Toyota ini.

Sistem pengereman Yaris E juga telah dilengkapi ABS untuk menghasilkan pengereman optimal dalam kondisi darurat. Data tes kami mencatat jarak 43,45 meter dalam tempo 3,71 detik untuk berhenti dari kecepatan 100 km/jam.

Yaris juga termasuk mobil yang fun to drive sehingga memiliki pengendalian yang baik, di jalan lurus maupun berliku. Meski begitu, suspensinya tetap mampu memberi rasa kenyamanan berkendara. Dengan konsumsi bbm irit dan memiliki kepraktisan tinggi, Yaris pun cocok digunakan di dalam dan luar kota.

Spesifikasi
Mesin : 1.497 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72 x 91,8 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 141 Nm/4.400 rpm
Transmisi : Manual 4-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 42 liter
Bobot : 1.035 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 7.39 km/l
Konsumsi bbm tol : 18,91 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 13,15 km/l
0-100 km/jam : 10,04 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 43,45 meter

Sabtu, 15 Agustus 2009

Toyota New Yaris Memenangkan Persaingan di Kelasnya

Toyota New Yaris Memenangkan Persaingan di KelasnyaPasar Otomotif Nasional Juli 2009

Toyota New Yaris membukukan penjualan di atas para pesaingnya di kelas kendaraan 4x2 Compact Medium dengan pencapaian sebesar 1.033 unit atau 34,2% m/s. Selain merajai kelasnya, peningkatan jumlah penjualan yang dicapai Yaris pun tercatat paling tinggi, yaitu naik 34,2% dibanding bulan sebelumnya.

Dilihat dari sisi total penjualannya, Juli lalu Toyota mendominasi 42,5% pasar otomotif nasional dengan angka penjualan bulanan tertinggi selama tahun 2009, yaitu mencapai 17.783 unit. Didorong oleh aktifitas IIMS 2009, total angka penjualan pasar otomotif nasional adalah 41.884 unit, atau naik 5,9% dari bulan sebelumnya. 

“Pencapaian bulan Juli ini sangat menggembirakan, karena selain mencatatkan penjualan yang tertinggi sepanjang Januari - Juli 2009, Toyota juga memimpin segmen sedan dan kendaraan 4x2, baik dari perhitungan whole sales maupun ritel, “ ungkap Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT. Toyota-Astra Motor. “Dari sisi penjualan produk, selain memimpin kelasnya, Yaris juga mencatatkan peningkatan terbesar dibanding rival lainnya, yaitu mencapai 44,3%,” tambahnya. Peningkatan yang dialami Yaris jauh lebih tinggi dari pertumbuhan kelas kendaraan 4x2 Compact Medium, yaitu sekitar 2,5%.

Lebih lanjut tentang penjualan Toyota pada pasar sedan bulan Juli 2009, terdapat peningkatan yang cukup signifikan pula pada penjualan Kijang Innova yang menguasai 60,3% pangsa pasar kendaraan 4x2 MPV Medium dengan angka 3.205 unit, atau naik 13% dari bulan sebelumnya. “Prestasi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa di tengah ramainya pasar kendaraan keluarga, Kijang Innova tetap menjadi kendaraan utama keluarga Indonesia,” komentar Johnny Darmawan.

Peningkatan juga dialami Vios (dari 115 menjadi 194 unit), Corolla Altis (dari 112 menjadi 131 unit), dan Rush (dari 1.150 menjadi 1.522 unit). Sebagaimana Yaris, produk-produk Toyota juga memimpin di kelas masing-masing, seperti Avanza yang stabil di posisi teratas 4x2 MPV Low dengan market share 58%, Rush yang menguasai 58,3% pasar 4x2 SUV Medium, serta Fortuner yang memimpin baik kelas 4x2 SUV High maupun 4x4 Medium. 

* Toyota Indonesia

Jumat, 10 April 2009

Toyota Yaris S Limited : Kian Segar Dan Sporty

Harga Toyota Yaris S LimitedKami telah mencoba Toyota Yaris facelift tipe E. Dan sekarang, kami berkesempatan merasakan varian termahal dari Compact Hatchback Toyota ini. Penampilannya kian segar dan sporty, begitulah impresi pertama kami saat melihatnya.

Dikatakan demikian, lantaran desain baru gril menyatu bumper membuatnya tampaklebih rapi, minimalis dan tidak segembung model lawas. Garis pada bumper dibuat lebih halus dan membentuk lekukan baru yang cantik. Tak lupa lampu depan dibentuk ulang guna menegaskan redesain pada gril. la juga terlihat semakin mewah dengan .imbuhan ornamen krom pada bilah memanjang di gril dan lis di foglamp.

Satu hal patut dibanggakan dari kedua ornamen di atas - bersama lis pada saluran AC di dasbor - adalah semuanya diekspor ke Thailand dan negara ASEAN lain sebagai aksesoris resmi Yaris. Padahal Thailand adalah basis produksi Yaris.

Aroma sporty tambah mencuat dari pengadopsian desain anyar spoiler di sekujur tubuh dengan lekukan baru yang lebih dinamis. Lebih segar lagi dengan disematkannya pelek alloy gres serupa tipe E dan sein di spion yang belum ada di model lawas. Beda dengan tipe E, spoiler atap menghiasi buritan. Desain ulang bumper dan lampu juga terdeteksi di sini.

Masuk ke dalam, pandangan langsung tertuju pada steering switch di sisi kiri kemudi untuk mengatur audio. Pun dengan motif jahitan warna perak pada kemudi. Motif serupa terlihat pada kenop tuas transmisi yang terbungkus kulit. Semuanya hanya ada pada model S Limited.

Selain itu, untuk membedakan dengan tipe lebih murah, panel di tengah dasbor dan sekitar tuas transmisi diubah warnanya menjadi Titanium Silver. Desain tombol AC turut diperbarui sehingga terlihat lebih kokoh dan halus saat disentuh.

Belum cukup, disediakan bald di bawah bangku depan kiri untuk ruang penyimpanan. Dan serupa dengan tipe E, saluran AC diberi lis krom mewah. Senada model yang lebih murah, warna biru pada motif di bangku dan panel pintu juga diubah menjadi hitam.

Bagaimana dengan kenikmatan berkendara Yaris? Karena tidak mendapatkan sentuhan pada suspensi, rasa yang diberikan masih sama dengan model lawas. Cukup keras saat membentur lubang dan agak memantul saat melewati jalan bergelombang.

Namun imbalannya jelas. Pengendalian Yaris terasa liat dan lincah bermanuver. Semakin nikmat dengan dimensi bodi ringkas dan kemudi akurat mengikuti kemauan pengendara. Meski terasa, potensi limbung masih dapat di-diterima untuk mobil seukurannya.

Mesin juga tidak mendapatkan sentuhan. Unit 1.497 cc 4 silinder 109 dk masih dirasa layak untuk menarik bodi mungilnya. Tapi pihak Toyota hanya mempertegas bahwa material mesin berkode 1NZ-FE, telah mampu meminum bensin dengan kandungan Ethanol hingga 20% (E20) atau setara dengan dapur pacu Ford Focus. Kendati bukan yang terbaik di kelasnya, performa mesin yang disandingkan dengan transmisi otomatis 4-speed terbilang memadai. Plus dengan konsumsi bbm terbilang bagus.

S Limited masih dilengkapi dengan smart key dan tombol Start/Stop. Dan sekarang, transmisi manual 5-speed menemani model otomatis untuk memberikan kesempatan pengemudi antusias mencicipi tipe termewah Yaris. Sayang harga S Limited sudah melampaui batas Rp 200 juta. Suatu kondisi yang tak terhindarkan lagi.

Sekilas pandang
- Terminal aux in sebagai koneksi audio tersedia di seluruh tipe
- Warna mobil tes kami adalah Super White II

First opinion
THE show must go on! Kendati harga naik dan daya beli melemah, pabrikan hams tetap semangat meluncurkan model baru. Sebagai nilai tambah, beragam penyegaran dilakukan agar calon pembeli ter-tarik. Memang harga varian termahal Yaris telah melewati angka Rp 200 juta. Namun dengan dukungan nama besar Toyota, ia masih diminati penggemar setianya.

Rival NISSAN LIVINA XR A/T
Mesin: 1.498 cc 4 silinder, 109 dk
0-100 km/lam: 11,7 detik
Kansumsi bbm: 16,8/12,3 km/I (tol/kombinasi)
Harga: Rp 176 juta

(+) Lebih murah, kenyamanan berkendara, kabin lebih lega
(-) Konsumsi bbm, kepraktisan kabin, kenikmatan berkendara

Jumat, 09 Januari 2009

Uji BBM Yaris - Antara Premium Dan Pertamax

Uji BBM Yaris - Antara Premium Dan PertamaxTelah banyak media yang mengulas Toyota Yaris. Keunggulan akselerasi mesin dan stabilitas pengendaliannya kerap sekali dibicarakan. Begitu pula dengan konsumsi BBM-nya yang diklaim sangat irit karena bisa mencapai 12 km/liter di dalam kota.
Lalu bagaimana jika Toyota Yaris diajak menempuh perjalanan jauh luar kota Jakarta-Surabaya PP (pulang pergi)? Tentu sangat mengasyikkan mengingat Yaris di Indonesia kerap disebut mini MPV dan tak jarang disebut city car.
Dalam pengujian kali ini kami memutuskan untuk memakai BBM Premium dari Jakarta-Surabaya, dan gantian memakai Pertamax arah sebaliknya. Kira-kira mana yang lebih irit?
Tentu butuh waktu hari libur yang cukup untuk melakukan pengujian ala Jakarta-Surabaya PP. Maklum, jarak yang kami tempuh via jalur pantura bisa mencapai 1.600 km. Jadi momen liburan natal dan tahun baru lalu dapat kami gunakan untuk pengujian kali ini.

Saat memasuki Tol Cikampek SPBU km 57 di malam hari, kami sempatkan diri untuk melakukan pengecekan di Pos Jaga Toyota 24 Jam. Melalui tangan trampil mekanik Udin, Toyota Yaris yang kami kemudikan dinyatakan tak ada masalah dan siap melakukan perjalanan jauh. Usai mengisi penuh tangki BBM dengan Premium yang tak sampai Rp 200 ribu, perjalanan ke Surabaya segera kami lanjutkan.

Capai 170 km/jam
Perjalanan tengah malam tergolong lancar. Jalanan tidak terlalu padat hingga memberikan kesempatan bagi Yaris adu performa. Mulai akselerasi menyusul bus-bus malam berukuran besar hingga truk gandengan tidak ada masalah. Ukuran Yaris yang kompak ditunjang dengan akselerasinya yang responsif, semakin membuat kami yakin bahwa mobil ini juga layak diajak keluar kota.

Saat memasuki Cirebon barulah performa total Yaris dapat terasa maksimal. Di jalur tol Cirebon, Yaris dapat kami pacu hingga menembus kecepatan 170 km/jam. Ingin sekali menekan pedal gas lebih dalam, hanya saja barisan pintu keluar tol telah terlihat. Dengan terpaksa pedal rem pun harus terinjak agar dapat memberikan beberapa lembar ribuan Rupiah untuk petugas loket.

Tembus 16 km/liter
 Tiba di Semarang pagi hari, kami memutuskan untuk sekadar keliling kota. Waktu itu jalanan mulai ramai dan saat melihat indikator BBM sudah tersisa satu bar, kami pun singgah di SPBU. Kembali pengisian secara full tank untuk mengetahui berapa konsumsi BBM selama perjalanan.

Takjub juga dengan hasil betapa iritnya konsumsi BBM Toyota Yaris. Jika dirata-rata selama perjalanan, perliter Premium bisa menembus 16 km. Padahal kami sering menekan pedal gas dalam-dalam.
Menjelang sore, kami pun tiba di Surabaya. Selama di Kota Pahlawan, kami sengaja berkeliling kota supaya indikator BBM segera menurun dan berkedip lampu merah. Namun konsumsi BBM Yaris yang super irit, memaksa kami dapat mengunjungi SPBU esok hari. Pasalnya hingga tiba di Surabaya di hari pertama, indikator BBM masih menyisakan dua bar.

Setelah merasa kondisi badan sudah bugar, keesokan harinya kami memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta. Kali ini pengujian adalah bagaimana konsumsi BBM Yaris jika memakai Pertamax yang beroktan 92.

Dengan angka oktan yang lebih tinggi 4 digit dibandingkan Premium yang 88, kami sudah membayangkan bahwa performa Yaris akan lebih baik. Tepat sore hari, kami telah berada di Tol Surabaya dan kembali menyusuri jalan yang sama, yang telah kami lewati kemarin. Perjalanan kali ini lumayan padat karena boleh dikata kami berbarengan dengan bus-bus malam luar kota yang juga menuju Jakarta.

Cukup gemas juga melihat banyaknya iring-iringan bus malam di depan. Jalur pantura di Jawa Timur tergolong sempit dan hanya cukup untuk dua jalur saja. Lalu lintas yang lumayan ramai, justru menjadi kelebihan bagi Yaris. Dimensinya yang kompak dan performanya yang gesit, kami pun berhasil mendahului beberapa bus malam.

Jadi bisa dibayangkan pedal gas kerap sekali diinjak. Namun ada catatan menarik, cukup dengan menekan pedal gas secukupnya (tidak perlu dalam-dalam) dan upayakan putaran mesin berkisar 3.000 rpm, Yaris pun telah asyik diajak aksi salip menyalip. Tanpa terasa kami pun sampai di Tegal.

Saat memasuki SPBU, sesungguhnya masih ada beberapa bar pada indikator BBM. Hanya saja karena di SPBU ini terdapat Pertamax, maka kami memutuskan untuk melakukan pengisian ulang. Khawatir jika nanti sulit mendapatkan Pertamax.

Di pengukuran konsumsi BBM dengan Pertamax ini, kami kembali mendapatkan hasil yang fantastis. Rata-rata perliter-nya mencapai 17 km atau lebih baik 1 km bila dibandingkan dengan Premium. Padahal kondisi lalu-lintas dari Surabaya menuju Tegal lebih ramai dari biasanya.

Pakai Pertamax Capai 18 km/liter
Beruntung sekali menjelang tengah malam hingga pagi hari, lalu lintas cenderung lebih lenggang hingga kami pun kembali dapat mengajak Yaris berlari lebih kencang. Hebatnya lagi, pagi-pagi Subuh kami telah berada di Jakarta. Saat kembali melakukan pengukuran dengan mengisi BBM Pertamax, kali ini kami mendapatkan rekor 1 liter Pertamax bisa menempuh jarak 18 km! Benar-benar membuktikan bahwa Yaris tidak hanya asyik di ajak jalan-jalan keluar kota, tetapi juga sangat irit konsumsi BBM-nya.

Mungkin suatu hari nanti kami dapat menguji konsumsi BBM lain, tapi dengan Pertamax Plus ataupun dengan produk Shell maupun Petronas. Asalkan dengan catatan telah ada SPBU yang bersangkutan di sepanjang jalan.