This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Perbandingan Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbandingan Mobil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2009

Kijang Innova VS Kapsul : Perbandingan Konsumsi Bensin

Perbandingan Konsumsi Bensin Kijang Innova VS KapsulSalah satu isu yang paling ramai dibicarakan atau dijadikan ajang perdebatan antara masyarakat pemakai Kijang Innova dan juga pihak lain adalah konsumsi bahan bakar. Ada rumor, Innova dianggap boros. Sayangnya, rumor boros itu tanpa pembanding. Seharusnya, untuk menyatakan sebuah mobil boros, tentu saja harus ada pembandingnya.

Di samping itu, perbandingan harus sama. Istilahnya, apple to apple. Tepatnya, MPV harus dengan MPV dan bukan dengan sedan. Begitu pula dimensi dan beratnya.

Karena itulah, membandingkan konsumsi Kijang Innova bensin, ya... harus dengan Kijang Kapsul.

Berbagai media telah melakukan tes perbandingan konsumsi bahan bakar antara Kijang Innova versus Kapsul. Dari tabloid Otomotif yang juga mengetes Premium dan Pertamax adalah sebagai berikut.


Innova
Kapsul
BBM
Dalam kota
Konstan
Dalam Kota
Konstan
Premium
8 km/liter
12 km/liter
7,6 km/liter
11 km/liter
Pertamax
9,2 km/liter
13,4 km/liter


Selanjutnya majalah MobilMotor juga melakukan tes perbandingan, yaitu luar kota dan dalam kota. Hasil bisa dilihat berikut ini.

Kapsul (LGX)
Innova
Jakarta- Bandung
8,8 km/liter
9,8 km/liter
Bandung -Jakarta
10,3 km/liter
12,4 km/liter
Dalam kota
7,1 km/liter
7,3 km/liter
Rata-rata
8,7 km/liter
9,8 km/liter

Rabu, 25 Maret 2009

All New Civic Hybrid VS Toyota Prius : Apakah Sudah Saatnya Beralih ?



Dealer Toyota Jakarta UtaraAll New Civic Hybrid VS Toyota Prius : Apakah Sudah Saatnya Beralih ? - Anda mungkin belum menyadari, jika konsep awal mobil hybrid adalah untuk mengurangi polusi di perkotaan. Namun pada beberapa mobil hybrid, bukan hanya kadar emisi yang ditekan, namun banyak energi yang bisa dihemat. All New Civic Hybrid VS Toyota Prius.

Selain ramah lingkungan, tentunya ada pertimbangan lain yang berhubungan dengan konsumsi bahan bakar dan gaya hidup. Alhasil, Prius dikemas dalam desain yang mampu menghadirkan sisi fungsional dalam balutan kemewahan. Bentuknya terlihat seperti perpaduan antara sedan dengan MPV yang sangat kompak. Meski terlihat sederhana, ternyata Prius memiliki hambatan udara (cd) 0,26 (klaim).

Teknologinya pun selangkah lebih maju dibandingkan Civic Hybrid. Prius pun dapat dikatakan sebagai mobil hybrid 'murni'. Maksudnya, motor listrik dan mesin bakar dapat bekerja secara bersamaan maupun sendiri-sendiri. Efeknya, selain emisi gas buang bisa dipangkas, konsumsi BBM pun menjadi sangat efisien.

Berbeda dengan Prius, teknologi hybrid yang dikembangkan Honda lebih menekankan pada rendahnya emisi gas buang. Antara motor listrik dengan mesin bakar tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Berkat bantuan motor listrik, emisi yang dihasilkan tidak setinggi motor bakar konvensional. Efeknya, konsumsi bahan bakar pun tidak seefisien
mobil hybrid sejadi layaknya Prius. Namun yang layak diberi acungan jempol adalah, interiornya yang terlihat lebih mewah dibandingkan All New Civic konvensional. Interior berlapis kulit berwarna beige dan penggunaan stir multi fungsi. Jelas ini akan menambah kenyamanan Anda berkendara. Namun sayangnya, fitur keselamatannya tidak selengkap Prius yang punya 8 buah airbags.

Lebih Mengutamakan Emisi
Bila dilihat dari eksterior dan interiornya, antara Honda All New Civic dengan versi hybrid memiliki perbedaan yang tidak begitu signifikan. Bagian luar hanya berheda emblem hybrid di buritan. Peleknya pun berbeda desain. Sedang pada interior terdapat perbedaan pada desain dasbor. Terlebih pada panel meter. Tepat di sebelah indikator rpm terdapat indikator baterai serta informasi kondisi motor listrik. Baik ketika pengisian baterai maupun pada saat motor bekerja.

Perbedaan yang sangat signifikan adalah sumber tenaga yang digunakan pada All New Civic versi hybrid. Pada versi ini, Honda memadukan kerja mesin pembakaran dalam dengan penggunaan motor listrik sebagai pendukungnya. Selain itu, untukmereduksi kadaremisi yang dihasilkan oleh kebanyakan mesin konvensional, diterapkan teknologi air-fuel ratio control system dan high-density catalytic converter. Teknologi tersebut
bertugas untuk mereduksi kadar nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), dan substansi berbahaya lain dalam gas buang-nya. Tentunya dengan tujuan emisi gas buang yang bersih.

Mesin pembakaran dalam tersebut dipadukan dengan sistem motor listrik yangdisebut Integrated Motor Assist (IMA). Motor listrik tersebut terkoneksi dengan crankshaft dan letaknya berada di antara flywheel dengan rumah transmisi. Motor listrik-lah yang akan bekerja dan membantu kerja mesin ketika berakselerasi. Jadi, tenaga yang dihasilkan merupakan 'kerja sama' antara mesin pembakaran dalam dengan motor listrik. Sebagai sumber tenaga pada motor listrik, Civic Hybrid menggunakan baterai yang terletak di balik sandaran jok belakang. Proses pengisian ulang baterai, berlangsungsaatdeselerasi maupun pengereman.

Pada saat mobil berhenti dan pedal rem diinjak, mesin berhenti beroperasi.

Tidak Ada Energi YangTerbuang
Sama dengan mobil hybrid lainnya. Prius menggunakan mesin konvensional. Mesinnya sam seperti milik New Vios. Besarya. karena alasan efisiensi, mesin hanya mampu mengeluarkan tenaga sebesar 76 tk. Tak hanya itu, Prius dilengkapi pula dengan motor Neodymium magnet berbentuk menyerupai huruf V yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 27 tk.

Ada beberapa perangkat pendukung yang bekerja sinergi dengan mesin dan motor listrik
antara lain adalah Power Split Device. Tugasnya adalah menentukan kapan saatnya mesin dan motor listrik bekerja sendiri-sendiri atau bersamaan. Selain itu ada pengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik untuk menggerakkan motor (Power Control Unit/Inverter), atau sebaliknya saat motor berubah menjadi generator. Layaknya kendaraan hybrid lainnya Prius juga dibekali dengan baterai nickel-metal hybride (Ni-MH). Sedangkan generatornya mampu berputar hingga 10.000 rpm. Proses pengisian baterai dilakukan pada saat deselerasi, pengereman maupun bantuan dari mesin. Untuk keperluan tersebut Prius dilengkapi dengan sistem yang dapat memanfaatkan energi yang timbul saat pengereman. Hal tersebut digunakan untuk menggerakkan motor yang berubah peran sebagai generator yang mengubah energi perlambatan menjadi listrik (regenerative braking).

Baik dari posisi duduk dan kestabilan, sebenarnya Prius tergolong biasa. Tidak ada yang spesial. Namun kita dapat merasakan keunikan karakter berkendara dari sebuah mobil hybrid. Tanda jika mobil sudah aktif adalah tulisan 'Ready' pada panel meter. Ketika diajak berakselerasi, performa gabungan antara motor dengan mesin akan membuat Anda terkesima dan tidak yakin bahwa Anda sedang mengendarai mobil hybrid. Tidak jauh berbeda dengan New Vios transmisi manual.

KESIMPULAN
1st: Toyota Prius Hybrid
Acungan jempol buat Toyota yang membuat mobil hybrid dengan efisiensi tinggi. Secara desain, Prius memang terlihat kaku. Namun tetap saja ada added value yang dikandungnya, sangat aerodinamis. Kata kunci pada mobil ini adalah gabungan kerjasama mesin konvensional dan motor listrik yang menciptakan emisi yang rendah dan efisiensi bahan bakar yang tinggi. Tak heran bila dunia menjadikannya mobil hybrid terlaris.

2nd: Honda All New Civic Hybrid
Teknologi hybrid yang diterapkan masih tanggung. Lebih pada pengurangan emisi gas buang. Seharusnya Honda bisa menciptakan sesuatu yang lebih.

TOYOTA PRIUS
Pengganti Booster Rem
Pada sistem pengereman, Prius tidak menggunakan booster. Sebagai penggantinya, sistem pengereman pada mobil hybrid terlaris ini diatur oleh sistem elektrik, atau lebih dikenal dengan Brake Control Power (BCP). Ada boks hitam berisi kapasitor yang berada di bagasi, tepat di sebelah aki. Alat tersebut berguna untuk membantu pengereman, terlebih ketika mesin non aktif saat deselerasi. Pengisian listrik pada BCP akan dilakukan ketika deselerasi.

Metode pengujian sama dengan mobil biasa (100 - 0 km/jam). Hanya saja kami mengambil ancang-ancang mulai dari 120 km/ jam. Setelah itu pedal gas diangkat dan otomatis mesin langsung non aktif (terlihat pada monitor di tengah dasbor). Ketika berada di angka 100 km/jam, rem pun diinjak keras. Hasilnya, tidak jauh berbeda dengan performa pengereman mobil yang menggunakan ABS lainnya (3,3 detik @42,3 meter).

Jauhi Warna Oranye
Ada beberapa perangkat yang harus menjadi perhatian lebih pada Prius. Sebaiknya Anda menghindari bersentuhan langsung dengan semua perangkat yang berwarna oranye. Daerah tersebut memiliki daya listrik yang tinggi. Jika kita tidak mengetahui tata cara berinteraksi dengan perangkat tersebut, bisa jadi akan tersengat listrik. Perangkat yang dilapis plastik berwarna oranye antara lain adalah ujung baterai dan sekitar inverter/konverter.

Saran Jumper
Lantas bagaimana jika baterai Prius sudah mulai melemah? Pada kondisi darurat sebelum baterai diganti, Anda bisa melakukan Jumper. Caranya, Anda tidak perlu bersusah payah membuka cover belakang di mana aki berada. Toyota sudah menyediakan tempat khusus yang terintegrasi pada fuse boxd sebelah inverter. Buka tutup boks, lalu buka plastik merah seperti penutup kepala aki. Koneksikan kabel jumper pada mur baut yang berada di dalamnya.

Pelindung Sistem Hybrid
Sistem hybrid pada Prius memiliki 3 sekring dan 1 relay yang berfungsi sebagai pemutus arus ketika terjadi hubungan singkat. Arus pendek bisa terjadi bila terjadi tabrakan. Khusus untuk kasus tabrakan, di dekat inverter terdapat sensor yang memiliki cara.kerja yang sama dengan sensor airbag. Ketika terjadi benturan, secara otomatis sistem kelistrikan hybrid terputus.

CIVIC HYBRID
Emisi Gas Buang Civic Hybrid
Kadar emisi gas buang pada kendaraan normal yang sudah dilengkapi katalitik konverter, masih menghasilkan C02 yang cukup tinggi. Hasilnya akan menurun drastis saat mobil dipergunakan layaknya penggunaan normal seperti kondisi stop and go. Ini kondisi yang buruk. Sedangkan emisi gas buang Civic Hybrid saat idle bisa dikatakan sama dengan ketika melakukan stop and go dan akselerasi. Dari hasil yang dicatat, kendaraan hybrid mampu menekan tingkat emisi hingga 43 %.

Ketika baterai dimatikan, emisinya sama dengan saat baterai aktif. Ini dimungkinkan karena mobil hybrid tidak dilengkapi perangkat pemicu untuk berakselerasi, seperti sebuah program akslerasi yang mampu memberikan bahan bakar lebih gemuk saat pedal gas ditekan. Terlebih mesin tersebut mengadopsi teknologi drive by wire. Jadi amatlah mudah bagi ECU untuk mengatur rasio udara dan bahan bakar pada kondisi terbaik. Karena itu pula ECU dapat dengan mudah mengatur besarnya bukaan throttle, akibatnya mesin terasa lamban saat berakselerasi.

Berbeda saat motor listriknya aktif, akselerasi cukup baik seperti mobil pada umumnya. Ini sebagai bukti bahwa motor bakar atau mesin berbahan bakar bensin yang dipergunakan memiliki spesifikasi yang sangat berbeda dengan umumnya mesin mobil konvensional. Sistem sensor pengukur CO, C02, NOx dan HC. Hasil pembakaran sempurna mesin adalah C02 dan H20. H20 sendiri jelas tidak berbahaya. Gas buang yang berbahaya adalah CO, NOx dan HC. Kadar CO dan HC menunjukan kualitas pembakaran, semakin tinggi kadarnya semakin buruk proses pembakaran yang terjadi. Untuk menghindari CO, HC dan NOx, saat ini telah ada katalitik konverter. Tugasnya mengubah CO menjadi C02, HC menjadi C02 dan H20, sedangkan NOx menjadi gas nitrogen.

Uji Orientasi BBM
Ada sedikit hal yang menarik pada Civic Hybrid dikemudikan macetnya lalu lintas. Motor listrik yang terdapat pada Civic Hybrid berfungsi pula saat proses stop and go. Mesin akan tiba-tiba mati ketika pedal rem diinjak. Namun AC dan tape masih berfungsi seperti biasanya. Kerja mesin untuk sementara digantikan motor listrik. Ketika pedal gas ditekan maka mesin kembali aktif seperti sedia kala. Bisa jadi hal tersebut merupakan indikasi penghematan bahan bakar ketika melalui kemacetan. Konsekuensinya kaki Anda harus setia menginjak pedal rem.

Daerah Terlarang
Tepat di belakang sandaran jok baris kedua terdapat sebuah cover terbuat dari aluminium sebagai penutup baterai. Bisa saja Anda buka untuk sekedar melihat-lihat. Tapi jangan sekali-kali Anda mencoba untuk membuka cover tersebut. Sebab jika tidak mengetahui cara yang benar, sudah dipastikan Anda akan mengalami cidera serius bahkan mematikan. Jika Anda menemukan masalah baterai yang terinformasi lewat panel meter, maka sebaiknya Anda langsung menghubungi bengkel Honda terdekat. All New Civic Hybrid VS Toyota Prius.




Selasa, 24 Maret 2009

Toyota Hilux D-Cab vs Mitsubishi Strada : Mau Yang Irit Atau Tenaga Besar

Harga Toyota Hilux D-CabToyota Hilux D-Cab vs Mitsubishi Strada : Mau Yang Irit Atau Tenaga Besar - Kehadiran Toyota Hilux D-Cab menambah ramai persaingan di kelas pikap kabin ganda. Tim majalah Autobild lantas coba melakukan tes komparasi sang pendatang baru dengan Mitsubishi Strada Triton GLS dan Hilux E. Dipilihnya Triton lantaran mobil itu sebagai market leader di kelasnya dengan merebut 53,2 persen atau sebanyak 8.407 unit. Toyota Hilux D-Cab vs Mitsubishi Strada.
Bukan tidak mungkin posisi teratas bakal diambil pesaingnya, Toyota, lantaran mempunyai beberapa keunggulan. Bukti itu diperoleh melalui tes komparasi.
Torsi merataSebagai pendatang baru, performa yang dimuntahkan dari mesin 1KD-FTV berkapasitas 2.982 cc 4 silinder turbo intercooler menjadi andalan Toyota. Dengan unggul dalam jumlah kapasitas mesin (sementara Strada 2.477 cc), otomatis juga, tenaga yang dipunyai 163 dk jelas sangat enak saat overtaking.
Apalagi Toyota Hilux mempunyai karakter torsi merata antara 1.400 sampai 3.200 rpm. Kemudian tak ada gejala lag yang umum terjadi pada mesin diesel konvensional. Hal itu karena Hilux dilengkapi teknologi Variable Nozzle Van pada rumah keong dan intercooler. Makanya, saat akselerasi, mobil ini tak pernah kehabisan tenaga sampai redline di 4.000 rpm.
Konsekuensi memiliki tenaga yang besar, konsumsi BBM Hilux sedikit lebih boros. Sekalipun tenaga maksimum lebih kecil, Triton mampu meramu torsi yang cukuplah untuk menaklukkan medan off-road alias garuk tanah. Kemudian, torsinya yang 314, lebih kecil dari Toyota, tetapi sudah bisa dirasakan di putaran mesin 2.000 rpm, sedangkan pesaingnya bisa dinikmati pada 3.200 rpm.
Saat diajak bermain di medan off-road, Strada Triton lebih nikmat lantaran memiliki pembagi daya di transfercase. Perbandingannya, 40:60 untuk roda depan dan belakang dalam mode 4H dan 50:50 untuk yang 4L. Dengan begitu, kontribusi yang diberikan cukup signifikan saat bermanuver di medan bertanah.
Sementara itu, Hilux tidak memiliki pembagi daya. Namun mobil itu punya senjata andalan lain, yakni low gear 2,566 : 1 yang lebih tinggi dari Triton yang 1,900 : 1. Dalam melakukan akselerasi hingga kecepatan 100 km/jam, Triton menembus angka 14,50 detik, sedangkan Hilux lebih cepat 1,06 detik.
Yang sama
Untuk sistem pengoperasian transmisi, keduanya sama-sama mengandalkan tuas persneling. Tak cuma itu, sistem penggerak empat roda juga menganut easy select yang ketika diaktifkan akan mengunci roda depan sehingga berputar sama antara roda kiri dan kanan.
Adapun poros belakang sama-sama menganut limited slip edition (LSD) yang membantu memberikan traksi saat salah satu roda kehilangan cengkeraman. Namun, rasio gigi GLS lebih rendah dari Toyota Hilux. Toyota Hilux D-Cab vs Mitsubishi Strada : Mau Yang Irit Atau Tenaga Besar.

Jumat, 13 Maret 2009

Vios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi

Toyota New Vios vs Honda City vs Suzuki BalenoVios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi - Tiga sedan kecil Negeri Sakura memperebutkan tahta tertinggi di kelasnya. Pilihan akhirnya ditentukan dengan kompromi. Akhir tahun lalu, kehadiran all new Honda City cukup mengejutkan karena desainnya dianggap revolusioner di kelasnya. Tampil dengan dimensi yang lebih besar dan mesin yang lebih modern dibanding generasi sebelumnya, City terbaru disiapkan untuk menusuk pasar small sedan dan bertemu dengan seteru abadinya, Toyota Vios serta Suzuki Neo Baleno. Vios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi.

Dengan berbagai pembaruan yang diusung City, sudah sepatutnya Vios dan Baleno waspada. Meski saat awal kehadiran City, kedua rivalnya diuntungkan banderol harga City yang mengejutkan, Rp 260 juta! Saat ini, banderol Vios Rp 224,1 juta bahkan Baleno hanya Rp 207 juta.

Padahal, dari segi penjualan, Vios hingga saat ini masih merajai dengan 6.098 unit sepanjang 2008. Sementara di belakangnya, Honda sukses menjual City sebanyak 4.330 unit, serta Suzuki yang melepas 2.038 unit Baleno. Lalu apakah berbagai kebaruan yang ditawarkan City dapat menggoyang posisi Vios dan mengganggu penjualan Baleno? Kami menguji ketiganya di medan sesungguhnya.

DESAIN DAN REKAYASA
Harus diakui desain eksterior City paling menggoda di antara rival-rivalnya. Lampu depan modern dan grille lebar berbentuk hexagon membuat sosoknya sepintas mengingatkan pada Honda Civic versi Eropa. Dengan menganut konsep anak panah yang melesat dari busurnya (arrow ahot) Honda jelas sukses menegaskan kesan sporty pada New City ini. Soal desain, City langsung menaklukkan desain dengan sentuhan elegan yang ditawarkan Vios dan Baleno.

Keunggulan utama yang ditawarkan oleh Vios adalah tawaran smart key yang tidak dimiliki para rivalnya. Dengan peranti itu, Anda tidak lagi memerlukan anak kunci tradisional. Cukup simpan keyless entry tersebut di dalam saku Anda dan kunci pintu akan terbuka secara otomatis saat Anda mendekati mobil. Dan saat Anda berada di balik kemudinya, Anda akan menemukan satu lagi keunggulan Vios, yaitu tombol start/stop untuk menyalakan mesin, yang membuatnya tampil layaknya sebuah saloon premium.

DI BALIK KEMUDI
Interior Vios tampil lebih modern dan dinamis, terutama di bagian konsol yang membentuk huruf 'V' dengan sentuhan chrome. Kendati tampil lebih modern, interior City tak menyuguhkan kesan pertama yang mengesankan. Dashboard-nya luas seperti model Honda lainnya, tetapi material dan warnanya tampak terlalu biasa untuk banderol harga yang ditawarkan. Kesan paling menarik dari bank kemudinya adalah lingkar kemudi City yang sporty, serupa dengan milik sang kakak, Civic, dilengkapi dengan paddle shift di baliknya.

Ciri khas panel instrumen Vios yang terpusat di tengah memberi nuansa ruang interior yang berbeda dan pandangan mengemudi lebih luas ke depan. Namun, ada satu kelemahan dari tata letak panel instrumen seperti ini, yaitu soal gangguan konsentrasi mengemudi. Tata letak seperti ini membuat pengemudi harus melirik ke tengah dashboard saat ingin mengetahui informasi kecepatan atau data Multi Information Display (MID). Tata letak panel instrumen City dan Baleno yang tradisional lebih mudah untuk disimak.

Berkat dimensi eksterior yang lebih besar, Baleno juga memberikan keunggulan keleluasaan di dalam kabinnya. Interior yang serupa dengan SX4 memberikan kualitas material yang cukup istimewa dengan detail menawan. Soal memanjakan pengemudi, Baleno dan juga Vios, lebih unggul dengan menawarkan kontrol audio di lingkar kemudi. Hal ini membuat pengemudi lebih nyaman dan tak perlu menyentuh panel kontrol di konsol tengah untuk mengoperasikan tombol-tombol utama sistem audio.

ON THE ROAD
Dengan postur yang lebih bongsor, Baleno juga memiliki bobot paling berat, 1.210 kg (City 1.155 kg dan Vios 1.050 kg). Hal ini yang tampaknya turut mempengaruhi performanya yang tak sebaik Vios dan City. Ditambah lagi, mesin 1,5 liter berteknologi VVT milik Baleno hanya menyediakan tenaga puncak 100 hp pada 6.000 rpm dan torsi 133 Nm pada 4.000 rpm. Angka-angka ini menj adi yang terkecil di antara ketiganya.

Dan hal itu bisa dibuktikan saat dilakukan kick down, Baleno terasa bergerak lebili lamban untuk berakselerasi. Saat dibawa berj alan ke luar kota dengan medan yang menanjak dan berkelok, terasa sekali jika Baleno perlu bergerak dengan gear rendah dan putaran mesin tinggi untuk tetap gesit.

Sementara City yang muncul dengan mesin baru i-VTEC langsung menawarkan tenaga paling besar, hingga 120 hp pada 6.600 rpm dan torsi 145 Nm pada 4.800 rpm. Soal performa ini memang tidak bisa dipungkiri, City lebih meyakinkan saat akselerasi dan berlari kencang. Meski di medan luar kota, kami sedikit kesulitan dengan tenaga di putaran rendah yang terkadang terasa lambat. Tapi, jangan khawatir, untuk mengatasinya silakan pakai mode sport dan gunakan paddle-shift guna memperoleh pengendaraan yang jauh lebih menyenangkan.

Bagaimana dengan Vios? Bobot yang ringan memberikan kemudahan bagi Vios untuk melesat di berbagai medan jalan. Bahkan, meski tenaga puncaknya masih lebih kecil 10 hp (110 hp) dibandingkan City, di lintasan luar kota yang sama Vios mampu menunjukkan agresivitasnya. Hal ini tampaknya banyak dipengaruhi proses perpindahan transmisi Vios yang berteknologi Super ECT (Electronic Controlled Transmission) sehingga menjadikan perpindahan gearnya responsif.

Saat kami mencobanya di lintasan sirkuit, angka-angka performa langsung membuktikan mana yang menjadi small sallon tercepat. Berakselerasi 0 -100 kpj, City mampu mencapainya dalam waktu 12,3 detik, Vios dalam waktu 12,6 detik, sementara Baleno 13,7 detik. Meski begitu, saat berakselerasi di kecepatan menengah (80 -100 kpj), Vios (3,6 detik) mampu mengungguli City (4,0 detik), sementara Baleno menempuhnya dalam 4,1 detik.

Soal pengendalian. City bisa dibilang paling enak untuk diajak bermanuver di kecepatan tinggi. Lingkar kemudi yang semakin berat selaras dengan bertambahnya kecepatan, juga memiliki akurasi tinggi. Gejala body roll yang minim didapat berkat suspensi yang berkarakter sport, dengan peredaman yang terasa lebih keras dibandingkan Vios dan Baleno.

Saat mencoba Neo Baleno, kami merasakan kemudinya agak kaku dan kurang akomodatif. Anda perlu lebih banyak usaha untuk mengendalikannya saat bermanuver. Namun, Baleno merupakan sedan paling lembut kabinnya. Kelembutan ini juga dibawa Baleno pada perpindahan transmisinya. Sementara pengendalian Vios bisa dibilang yang paling kompromis di antara ketiganya. Lingkar kemudinya mantap dan akurat sehingga terasa menyenangkan saat berkendara. Suspensinya juga sangat membantu menjaga gerak badannya saat bermanuver. Selain itu, Baleno dan City juga harus mengakui keahlian Vios untuk bermanuver di lahan parlor dengan radius putaryang hanya 4,9 m, sedangkan Baleno 5,3 m dan City 5,0m.

MEMBELI DAN MEMILIKI
Dari hasil pengujian kami, Honda City merupakan petarung tangguh yang memiliki potensi kuat di kelasnya. Kebaruan desain, fitur canggih, dan pengemudian agresif membuatnya pantas dimiliki, apalagi bagi para eksekutif muda yang menjadi target pasarnya. Saat ini memang hanya faktor harga jual yang menjadi pengganjal sebelum konsumen membeli City. Namun, hal itu disebabkan Honda yang mengklaim telah mengantisipasi berbagai kendala ekonomis saat menentukan harga jual City. Hal yang akan membuat rivalnya juga akan menaikkan harga dalam waktu dekat ini.

Kebalikan dengan City, kekuatan Baleno ada dari banderol harga yang paling kompetitif di antara rivalnya. Jika Anda tak memerlukan tampilan sporty, atau pengalaman berkendara dengan paddle shift, Baleno telah lebih dari cukup dalam menawarkan kenyamanan berkendara dan keleluasaan kabin. Belum lagi, soal kualitas, Baleno yang juga merupakan bagian keluarga SX4 tentunya memiliki kualitas produk Suzuki global.

Dan sekali lagi, memiliki Vios merupakan kompromi di kelas ini. Harganya berada di antara Baleno dan City, dengan tawaran fitur-fitur yang juga memadai serta performa yang hanya sedikit di belakang City. Meskipun citranya sedikit turun akibat model yang sama digunakan armada taksi, namun hal itu juga memiliki nilai positif bagi Vios berkenaan soal daya tahan produknya. Dan yang terakhir dan yang biasanya menjadi pertimbangan penting, soal konsumsi bahan bakar, Toyota Vios lebih unggul dengan konsumsi yang mencapai 10,68 kpl dibanding City 10,40 kpl dan Neo Baleno 10,42 kpl untuk kondisi kombinasi.

BEST
HONDA CITY
Sensasi F1 berada di balik kemudi City. Mainkan dan rasakan adrenalinnya.

SUZUKI NEO BALENO
Kontrol audio disetir menyenangkan dan mendukung fokus pengemudi.

TOYOTA VIOS
Keyless dan tombol start/stop sangat praktis. Simpan kunci di saku Anda.

BAD
HONDA CITY
Anda harus rela tak mendapatkan foglamp untuk City varian tertinggi.

SUZUKI NEO BALENO
Mesin 1,5 liter Baleno menjadi yang terlemah di antara kedua rivalnya.

TOYOTA VIOS
Kapasitas bagasi Vios yang terkecil dibandingkan City dan Baleno.

Vios vs City vs Baleno : Pertarungan Penuh Kompromi